Januari 28, 2017

“WHITE ALICE” Teknologi Rahasia 1955











White Alice merupakan proyek raksasa militer yang ambisius. Angkatan Udara AS dan Kanada melakukan serial pengupingan radar di Samudra Artika. Tapi mereka perlu menemukan cara untuk me-relay informasi di penjuru tanah air secara cepat, dan untuk itulah White Alice dibuat. Dimulai tahun 1955, Angkatan Udara dan Angkatan Darat membangun jaringan hubungan  komunikasi yang menggunakan teknologi terbaru untuk menghubungkan satu sama lain. Transmisi telepon dan data-data yang lain dikirim via microwave, ditembakan ke udara, memantul di atmosfir (tidak perlu satelit), dan diterima di lokasi receiver. Proses ini disebut “Pemencaran Troposferik” yang masih memiliki banyak keunggulan dibanding teknologi lain.
Pertama, memantulkan sinyal ke atmosfir , yang berarti perangkatnya tidak perlu area yang terbuka/luas. Sehingga sangat berguna di dareah pegunungan seperti di Alaska. Jaraklokasi-lokasi White Alice bisa terpisah sejauh 200 mil (320 km, dari Jakarta sampai P. Belitung atau dari Jakarta sampai P. Nusa Kambangan).
Kedua, sinyalnya juga  mendukung multi telepon pada saat yang bersamaan. Tidak hanya untuk telepon, White Alice juga bisa digunakan untuk Video Call dan Chatting. Jarang ada sistem yang bisa begitu.
Dan yang paling krusial buat militer adalah jaringannya yang aman (anti sadap). Sinyal yang dipantulkan hanya bisa diterima tepat di titik lokasi yang ditentukan. Jadi hampir mustahil informasinya bocor di tengah jalan.
Jaringan sejenis menyebar di seluruh dunia. Amerikas Serikat bahkan menghubungkan Hawaii ke Filipina lewat sistem penyebaran  Pasifik. Tapi sebelum program White Alice (1955) selesai, ada teknologi baru lagi  yang datang menggantikannya. Tahun 1957, Soviet meluncurkan Sputnik. Satelit artifisial pertama di dunia.
Menariknya, White Alice terus digunakan sampai akhir 1970an  untuk jaringan telepon sipil.Dan sampai sekarang, militer masih menggunakan jaringan Pemencaran Troposferik di sana-sini karena masih sangat aman. Contoh yang masih  menggunakan teknologi ini adalah militer Iran, karena sudah puluhan tahun diembargo tidak boleh membeli pesawat terbang dan satelit, sehingga mereka menggunkan White Alice sebagai media komunikasinya. Jika teknologi ini dikembangkan, dan digunakan untuk kepentingan masyarakat, mungkin biaya komunikasi akan jauh lebih murah.

0 komentar:

Posting Komentar

© fb.me/ihastechnology. Diberdayakan oleh Blogger.