Agustus 29, 2015

Mengevaluasi Penjajahan Pemerintah Hindia


MAKALAH SEJARAH INDONESIA
MENGEVALUASI PENJAJAHAN PEMERINTAH HINDIA BELANDA













Nama Kelompok :            3
Nama                    :              1. Abdul Malik Fajar (02)
2. Agung Wibowo (03)
3. Alfian Yoga Utama (07)
4. Dita Yudhi pradana (10)
5. Ita Purwati (16)
6. Mega Ristiyati (21)
7. Nia Tri Lestari (25)
8. Nur Arifiani (28)

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum wr. Wb
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, taufiq, dan hidayahnya, sehingga kita masih diberikan kesehatan, kecerdasan, dan kemudahan hingga saat ini, sholawat dan salam senantiasa tercurah kepada junjungan kita nabi agung Muhammad SAW yang kita nantikan syafa’atnya didunia maupun di yaumul akhirat nanti.
Alhamdulillah berkat pertolongan dan kasih sayangnya kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “MENGEVALUASI PENJAJAHAN PEMERINTAH HINDIA BELANDA” tanpa halangan suatu apapun, semoga dengan adanya makalah ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua serta menjadi acuan dalam mempermudah pembelajaran kita pada bab ini. Aamiiin aamiiin ya rabbal’alamin.
Wasalamu’alaikum wr. wb




               


Wonosobo, 19 Agustus 2015
                                                                                                                                                    Penulis                                                                                            


Daftar Isi









BAB I

Pendahuluan


Latar Belakang

Belanda merupakan Negara yang sudah terkenal akan kekejamannya dalam menjajah Indonesia, belanda dalam menjajah Indonesia mendirikan program “Tanam Paksa (Culturstelsel)”, dalam era tanam paksa belanda mengutamakan penanaman rempah rempah antara lain kopi, tembakau, dan tebu yang hingga saat ini tanaman tersebut sangat popular dikalangan masyarakat Indonesia. Tembakau adalah bahan utama untuk rokok, sementara kopi kini menjadi minuman yang sangat terkenal di kalangan rakyat Indonesia, begitu juga dengan tebu sebagai bahan pembuat gula pasir. Ketiga jenis tanaman tersebut pada zaman kolonialisme telah menjadi bahan ekspor, serta memiliki arti yang sangat penting, ditambah dengan tanaman - tanaman yang lain seperti nila dan karet, kebijakan tanam paksa banyak menyengsarakan rakyat Indonesia, terutama pada era pemerintahan republic bataaf pada masa Herman Wiliem Daendels, dan janssen, adapula pada era kolonialisme inggris di Indonesia baik dibidang ekonomi maupun dibidang pemerintahan.

Rumusan Masalah

1.         Bagaimana keadaan pada masa pemerintahan repubik bataaf?
2.         Apa yang dilakukan Wiliem Daendels dalam bidang pertahanan, keamanan, peradilan, social ekonomi dan pemerintahan?
3.         Bagaimana perkembangan serta hal hal apa sajakah yang dialami pada era pemerintahan janssen?
4.         Bagaimana perkembangan kolonialisme inggris di Indonesia?
5.         Apa kebijakan yang diambil oleh colonial inggris dalam bidang pemerintahan, dan ekonomi?





BAB II

Pembahasan

MASA PEMERINTAHAN REPUBLIK BATAAF

Pada tahun 1795 terjadi perubahan di belanda, dimana mulai muncul kelompok yang menamainya sebagai kaum patriot, kaum ini terpengaruh oleh semboyan revolusi perncis liberte (kemerdekaan), egalite (persamaan), dan fraternite (persaudaraan). Berdasarka ide ini mulai diperlukannya Negara kesatuan. Awal tahun 1795 pasukan perancis menyerbu Belanda . RAJA Wiliem V melarikan diri ke inggris, kemudian belanda dikuasai oleh Perancis sehingga dibentuklah pemerintahan baru yang dinamakan Republik Bataaf pada tahun (1795 – 1806) yang dipimpin oleh Louis Napoleon Bonaparte. Dalam pengasingan Raja Wiliem bertempatkan di kota Kew, yang kemudian menjadi cikal bakal pembuatan “Surat – Surat Kew” yang berisikan agar para penguasa di negeri jajahan Belanda menyerahkan wilayahnya kepada Inggris bukan kepada Perancis. Dengan surat Kew pihak inggris dengan cepat mengambil alih beberapa daerah di hindia seperti Padang (1795) dan Ambon (1796) dan memperkuat armadanya untuk melakukan blockade kepada Batavia.

PEMERINTAHAN HERMAN WILIEM DAENDELS (1808 – 1811)

Tugas utama Daendels adalah mempertahankan Jawa agar tidak dikuasai Inggris. Dalam rangka mengemban tugas sebagai gubernur jendral dan memenuhi pesan dari pemerintah induk, Daendels melakukan melakukan langkah strategis meliputi :
                 I.      BIDANG PERTAHANAN DAN KEAMANAN
a.       Membangun Benteng pertahanan baru.
b.      Membangun pangkalan angkatan laut di Anyer dan Ujungkulon.
c.       Meningkatkan jumlah tentara, dengan mengambil orang – orang pribumi.
d.      Membangun jalan raya dari Anyer sampai Panarukan.
               II.      BIDANG PEMERINTAHAN
a.       Membatasi secara ketat kekuasaan raja – raja di nusantara.
b.      Membagi pulau Jawa menjadi Sembilan daerah.
c.       Kedudukan bupati diubah menjadi pegawai pemerintah yang digaji.
d.      Kerajaan Banten dan Cirebon dihapuskan.
          III.         BIDANG PERADILAN
a.       Daendels membentuk 3 peradilan :
·      Perdilan untuk orang Eropa.
·      Peradilan untuk orang – orang Timur Asing.
·         Peradilan untuk orang – orang pribumi ( dibentuk di setiap prefektur, missal Batavia, Surabaya, dan Semarang)
b.      Peraturan untuk pemberantasan korupsi tanpa pandang bulu.
             IV.            BIDANG SOSIAL EKONOMI
a.       Melakukan penggabungan banyak daerah kedalam wilayah pemerintahan colonial.
b.      Miningkatkan usaha pemasukan uang dengan cara pemungutan pajak.
c.       Meningkatkan penanaman tanaman yang laku dipasaran dunia.
d.      Rakyat wajib menyerahkan hasil pertanian.
e.      Melakukan penjualan tanah pada pihak swasta.

PEMERINTAHAN JANSSEN (1811)

Janssen menjabat sebagai gurbenur jenderal di Tanjung Harapan (Afrika Selatan) tahun 1802 – 1806. Pada tahun 1806 itu janssen terusir dari tanjung harapan karena daerah itu jatuh ketangan inggris. Pada tahun 1810 janssen diperintahkan pergi kw pulau jawa dan akhirnya menggantikan Daendels pada tahun 1811. Pada tanggal 26 Agustus 1811 Batavia jatuh ke tangan Inggris. Penyerahan janssen secara resmi ke pihak inggris ditandai dengan adanya Kapitulasi Tuntang pada tanggal 18 September 1811.

PERKEMBANGAN KOLONIALISME INGGRIS DI INDONESIA (1811 – 1816)

Sebagai penguasa di Hindia, Raffles mulai melakukan langkah – langkah untuk memperkuat kedudukan inggris di tanah jajahan. Dalam rangka menjalankan pemerintahannya, Raffles berpegang pada tiga prinsip. Pertama, segala bentuk kerja rodi dan penyerahan dihapus, diganti penanaman bebas oleh rakyat. Kedua, peranan para bupati sebagai pemungut pajak dihapuskan dan para bupati dimasukkan sebagai bagian colonial. Ketiga sehingga rakyat penggarap dianggap menyewa.

KEBIJAKAN DALAM BIDANG PEMERINTAHAN DAN BIDANG EKONOMI PADA MASA KOLONIALISME INGGRIS DI INDONESIA

Dalam menjalankan tugasnya Raffles didampingi oleh para penasihat : Gilespie, Mutinghe, dan Crassen. Secara geopolitik jawa dibagi menjadi 16 karsidenan. Dalam mengadakan kerjasama dengan Sultan Hamengku Buwono II mengalami kesulitan oleh karena itu Raffles segera mengirim pasukan dibawah pimpinan colonial Gilespie untuk menyerang keratin Yogyakarta dan memaksa Sultan Hamengku Buwono II turun dari tahta kemudian menangkat Sultan Raja menjadi Sultan Hamengku Buwono III dan sebagai imbalan Raffls membuat politik kontrak yang isinya :
a.       Sultan Raja secara resmi ditetapkan sebagai Sultan Hamengku Buwono III, dan Pangeran Natakusuma ditetapkan sebagai penguasa tersendiri di wilayah kasultanan Yogyakarta dengan gelar Paku Alam I.
b.      Sultan Hamengku Buwono II dan putranya Pangeran Mangkudiningrat diasingkan ke Penang.
c.       Semua harta benda milik sultan sepuh selama menjabat sebagai sultan dirampas menjadi milik pemerintahan inggris.
Didalam bidag ekonomi yang dilakukan adalah :
a.        Pelaksanaan system sewa tanah atau pajak tanah (land rent) yang kemudian meletakan dasar bagi perkembangan system perekonomian uang.
b.      Penghapusan pajak dan penyerahan wajib hasil bumi.
c.       Penghapusan kerja rodi dan perbudakan.
d.      Penghapusan system monopoli.
e.      Peletakan desa sebagai unit administrasi penjajahan.



BAB III

PENUTUP

KESIMPULAN

1.       Tebu, kopi ,dan tembakau menjadi tanaman yang terkenal di kalangan masyarakat Indonesia.
2.       Tanam paksa membuat rakyat Indonesia sengsara.
3.       William Daendles melakukan beberapa hal dibidang pertahanan dan keamanan, bidang pemerintah, bidang peradilan, dan sosial ekonomi.
4.       Pada perkembangan kolonialisme Inggris di Indonesia Rafless melakukan kebijakan dalam bidang pemerintahan dan ekonomi.

KRITIK DAN SARAN

Setelah kita mempelajari pembahasan diatas kita menjadi lebih paham dalam memahami penjajahan pemerintah Hindia-Belanda, alangkah baiknya kita bukan hanya mengetahui sejarah saja tetpai bisa mengaplikasikan kehidupan sekarang dan zaman yang akan datang.














DAFTAR PUSTAKA


1.       Kementrian pendidikan dan kebudayaan Republik Indonesia, 2014. Sejarah Indonesi.Jakarta”Sardiman A.M”

0 komentar:

Posting Komentar

© fb.me/ihastechnology. Diberdayakan oleh Blogger.