MAKALAH
SEJARAH INDONESIA
Nama Kelompok : 3
Nama
: 1. Abdul Malik Fajar (02)
2. Agung Wibowo
(03)
3. Alfian Yoga
Utama (07)
4. Dita Yudhi
pradana (10)
5. Ita Purwati
(16)
6. Mega Ristiyati
(21)
7. Nia Tri
Lestari (25)
8. Nur Arifiani
(28)
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum
wr. Wb
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan
rahmat, taufiq, dan hidayahnya, sehingga kita masih diberikan kesehatan,
kecerdasan, dan kemudahan hingga saat ini, sholawat dan salam senantiasa
tercurah kepada junjungan kita nabi agung Muhammad SAW yang kita nantikan
syafa’atnya didunia maupun di yaumul akhirat nanti.
Alhamdulillah berkat pertolongan dan kasih sayangnya kami
dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “MENGEVALUASI PENJAJAHAN PEMERINTAH
HINDIA BELANDA” tanpa halangan suatu apapun, semoga dengan adanya makalah ini
dapat memberikan manfaat bagi kita semua serta menjadi acuan dalam mempermudah
pembelajaran kita pada bab ini. Aamiiin aamiiin ya rabbal’alamin.
Wasalamu’alaikum wr. wb
Wonosobo, 19 Agustus 2015
Penulis
Daftar Isi
BAB I
Pendahuluan
Latar Belakang
Belanda merupakan Negara yang sudah
terkenal akan kekejamannya dalam menjajah Indonesia, belanda dalam menjajah
Indonesia mendirikan program “Tanam Paksa (Culturstelsel)”, dalam era tanam
paksa belanda mengutamakan penanaman rempah rempah antara lain kopi, tembakau,
dan tebu yang hingga saat ini tanaman tersebut sangat popular dikalangan masyarakat
Indonesia. Tembakau adalah bahan utama untuk rokok, sementara kopi kini menjadi
minuman yang sangat terkenal di kalangan rakyat Indonesia, begitu juga dengan
tebu sebagai bahan pembuat gula pasir. Ketiga jenis tanaman tersebut pada zaman
kolonialisme telah menjadi bahan ekspor, serta memiliki arti yang sangat
penting, ditambah dengan tanaman - tanaman yang lain seperti nila dan karet, kebijakan
tanam paksa banyak menyengsarakan rakyat Indonesia, terutama pada era
pemerintahan republic bataaf pada masa Herman Wiliem Daendels, dan janssen,
adapula pada era kolonialisme inggris di Indonesia baik dibidang ekonomi maupun
dibidang pemerintahan.
Rumusan Masalah
1.
Bagaimana
keadaan pada masa pemerintahan repubik bataaf?
2.
Apa
yang dilakukan Wiliem Daendels dalam bidang pertahanan, keamanan, peradilan,
social ekonomi dan pemerintahan?
3.
Bagaimana
perkembangan serta hal hal apa sajakah yang dialami pada era pemerintahan
janssen?
4.
Bagaimana
perkembangan kolonialisme inggris di Indonesia?
5.
Apa
kebijakan yang diambil oleh colonial inggris dalam bidang pemerintahan, dan
ekonomi?
BAB II
Pembahasan
MASA PEMERINTAHAN REPUBLIK BATAAF
Pada
tahun 1795 terjadi perubahan di belanda, dimana mulai muncul kelompok yang
menamainya sebagai kaum patriot, kaum ini terpengaruh oleh semboyan revolusi
perncis liberte (kemerdekaan), egalite (persamaan), dan fraternite
(persaudaraan). Berdasarka ide ini mulai diperlukannya Negara kesatuan. Awal
tahun 1795 pasukan perancis menyerbu Belanda . RAJA Wiliem V melarikan diri ke
inggris, kemudian belanda dikuasai oleh Perancis sehingga dibentuklah
pemerintahan baru yang dinamakan Republik Bataaf pada tahun (1795 – 1806) yang
dipimpin oleh Louis Napoleon Bonaparte. Dalam pengasingan Raja Wiliem
bertempatkan di kota Kew, yang kemudian menjadi cikal bakal pembuatan “Surat –
Surat Kew” yang berisikan agar para penguasa di negeri jajahan Belanda
menyerahkan wilayahnya kepada Inggris bukan kepada Perancis. Dengan surat Kew pihak
inggris dengan cepat mengambil alih beberapa daerah di hindia seperti Padang
(1795) dan Ambon (1796) dan memperkuat armadanya untuk melakukan blockade
kepada Batavia.
PEMERINTAHAN HERMAN WILIEM DAENDELS (1808 – 1811)
Tugas utama Daendels adalah mempertahankan Jawa agar tidak dikuasai
Inggris. Dalam rangka mengemban tugas sebagai gubernur jendral dan memenuhi
pesan dari pemerintah induk, Daendels melakukan melakukan langkah strategis
meliputi :
I.
BIDANG PERTAHANAN DAN KEAMANAN
a.
Membangun Benteng pertahanan baru.
b.
Membangun pangkalan angkatan laut di Anyer dan
Ujungkulon.
c.
Meningkatkan jumlah tentara, dengan mengambil
orang – orang pribumi.
d.
Membangun jalan raya dari Anyer sampai
Panarukan.
II.
BIDANG PEMERINTAHAN
a.
Membatasi secara ketat kekuasaan raja – raja di
nusantara.
b.
Membagi pulau Jawa menjadi Sembilan daerah.
c.
Kedudukan bupati diubah menjadi pegawai
pemerintah yang digaji.
d.
Kerajaan Banten dan Cirebon dihapuskan.
III.
BIDANG PERADILAN
a.
Daendels membentuk 3 peradilan :
·
Perdilan untuk orang Eropa.
·
Peradilan untuk orang – orang Timur Asing.
·
Peradilan untuk orang – orang pribumi ( dibentuk
di setiap prefektur, missal Batavia, Surabaya, dan Semarang)
b.
Peraturan untuk pemberantasan korupsi tanpa
pandang bulu.
IV.
BIDANG SOSIAL EKONOMI
a.
Melakukan penggabungan banyak daerah kedalam
wilayah pemerintahan colonial.
b.
Miningkatkan usaha pemasukan uang dengan cara
pemungutan pajak.
c.
Meningkatkan penanaman tanaman yang laku
dipasaran dunia.
d.
Rakyat wajib menyerahkan hasil pertanian.
e.
Melakukan penjualan tanah pada pihak swasta.
PEMERINTAHAN JANSSEN (1811)
Janssen menjabat sebagai gurbenur jenderal
di Tanjung Harapan (Afrika Selatan) tahun 1802 – 1806. Pada tahun 1806 itu
janssen terusir dari tanjung harapan karena daerah itu jatuh ketangan inggris.
Pada tahun 1810 janssen diperintahkan pergi kw pulau jawa dan akhirnya
menggantikan Daendels pada tahun 1811. Pada tanggal 26 Agustus 1811 Batavia
jatuh ke tangan Inggris. Penyerahan janssen secara resmi ke pihak inggris
ditandai dengan adanya Kapitulasi Tuntang pada tanggal 18 September 1811.
PERKEMBANGAN KOLONIALISME INGGRIS DI INDONESIA (1811 – 1816)
Sebagai penguasa di Hindia, Raffles mulai
melakukan langkah – langkah untuk memperkuat kedudukan inggris di tanah
jajahan. Dalam rangka menjalankan pemerintahannya, Raffles berpegang pada tiga
prinsip. Pertama, segala bentuk kerja rodi dan penyerahan dihapus, diganti
penanaman bebas oleh rakyat. Kedua, peranan para bupati sebagai pemungut pajak
dihapuskan dan para bupati dimasukkan sebagai bagian colonial. Ketiga sehingga
rakyat penggarap dianggap menyewa.
KEBIJAKAN DALAM BIDANG PEMERINTAHAN DAN BIDANG EKONOMI PADA MASA KOLONIALISME INGGRIS DI INDONESIA
Dalam menjalankan tugasnya Raffles
didampingi oleh para penasihat : Gilespie, Mutinghe, dan Crassen. Secara
geopolitik jawa dibagi menjadi 16 karsidenan. Dalam mengadakan kerjasama dengan
Sultan Hamengku Buwono II mengalami kesulitan oleh karena itu Raffles segera
mengirim pasukan dibawah pimpinan colonial Gilespie untuk menyerang keratin Yogyakarta
dan memaksa Sultan Hamengku Buwono II turun dari tahta kemudian menangkat
Sultan Raja menjadi Sultan Hamengku Buwono III dan sebagai imbalan Raffls
membuat politik kontrak yang isinya :
a.
Sultan Raja secara resmi ditetapkan sebagai
Sultan Hamengku Buwono III, dan Pangeran Natakusuma ditetapkan sebagai penguasa
tersendiri di wilayah kasultanan Yogyakarta dengan gelar Paku Alam I.
b.
Sultan Hamengku Buwono II dan putranya Pangeran
Mangkudiningrat diasingkan ke Penang.
c.
Semua harta benda milik sultan sepuh selama
menjabat sebagai sultan dirampas menjadi milik pemerintahan inggris.
Didalam bidag ekonomi yang dilakukan adalah
:
a.
Pelaksanaan system sewa tanah atau pajak tanah
(land rent) yang kemudian meletakan dasar bagi perkembangan system perekonomian
uang.
b.
Penghapusan pajak dan penyerahan wajib hasil
bumi.
c.
Penghapusan kerja rodi dan perbudakan.
d.
Penghapusan system monopoli.
e.
Peletakan desa sebagai unit administrasi
penjajahan.
BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
1.
Tebu,
kopi ,dan tembakau menjadi tanaman yang terkenal di kalangan masyarakat
Indonesia.
2.
Tanam
paksa membuat rakyat Indonesia sengsara.
3.
William
Daendles melakukan beberapa hal dibidang pertahanan dan keamanan, bidang
pemerintah, bidang peradilan, dan sosial ekonomi.
4.
Pada perkembangan
kolonialisme Inggris di Indonesia Rafless melakukan kebijakan dalam bidang
pemerintahan dan ekonomi.
KRITIK DAN SARAN
Setelah
kita mempelajari pembahasan diatas kita menjadi lebih paham dalam memahami
penjajahan pemerintah Hindia-Belanda, alangkah baiknya kita bukan hanya
mengetahui sejarah saja tetpai bisa mengaplikasikan kehidupan sekarang dan
zaman yang akan datang.
DAFTAR PUSTAKA
1.
Kementrian
pendidikan dan kebudayaan Republik Indonesia, 2014. Sejarah
Indonesi.Jakarta”Sardiman A.M”
0 komentar:
Posting Komentar