Januari 28, 2017

LAPORAN KERJA PROYEK “MEMBANGUN WEB SERVER SEKOLAH BERBASIS LOKAL”



LAPORAN KERJA PROYEK

“MEMBANGUN WEB SERVER SEKOLAH BERBASIS LOKAL”










Disusun oleh :
1.      Nama         : Aji Pangestu
NIS           : 11222
2.      Nama         : Desna Ayu Valeria
NIS           : 11229
3.      Nama         : Hidayatul Mubtadiin
NIS           : 11242



PAKET TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN
TEKNIK KOMPUTER DAN INFORMATIKA
TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI
SMK NEGERI 1 WONOSOBO

2016

LEMBAR PENGESAHAN


Laporan Kerja Proyek “Membangun Web Server Sekolah Berbasis Lokal”
Telah disetujui dan disahkan

Tempat            :
Tanggal           :          





Pembimbing 2





SumbodoAdhi, S.Kom
NIP. 19811206 201001 1 024
          Pembimbing 1





Herry Setyaningsih,S.Kom,M.Pd
          NIP. 197904292006042009




Mengetahui

Ketua Paket Keahlian
              Teknik Komputer dan Jaringan





Herry Setyaningsih,S.Kom,M.Pd
NIP. 197904292006042009

KATA PENGANTAR


Puji dan syukur kami sampaikan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat serta hidayah-Nya, sehingga penyusunan Laporan Kerja Proyek dengan judul “Membangun Web Server Sekolah Berbasis Lokal” dapat terselesaikan dengan baik tanpa kendala. Adapun penyusunan Laporan Kerja Proyek ini berdasarkan data-data yang diperoleh selama melakukan pencarian data dari berbagai sumber. Kami menyadari bahwa dalam penyusunan Laposan Kerja Proyek ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, oleh karena itu pada kesempatan ini kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada :

1.        Drs. Joko Sriwidadi, M.M. selaku kepala sekolah SMK N 1 Wonosobo.
2.        Herry Setyaningsih, S.Kom., M.Pd. selaku ketua paket keahlian Teknik Komputer dan Jaringan serta Pembimbing Kerja Proyek.
3.        Sumbodo Adhi, S. Kom. selaku Pembimbing Kerja Proyek.
4.        Semua pihak yang turut membantu dalam penyusunan LaporanKerjaProyek

            Akhirnya, kami menyadari bahwa dalam penyusunan Laporan Kerja Proyek ini masih banyak kekurangan. Untuk itu kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca. Demikian yang bisa kami sampaikan, semoga dapat bermanfaat, khususnya bagi diri pribadi kami sendiri dan pembaca pada umumnya.

Wonosobo, 9 Oktober 2016




Penulis





DAFTAR ISI



 

DAFTAR GAMBAR













BAB I

PENDAHULUAN


      1.1      Latar Belakang

Sekolah Menengah Kejuruan merupakan jenjang pendidikan yang lebih menekankan  pada bidang kejurusan, salah satunya adalah SMK N 1 Wonosobo. SMK N 1 Wonosobo memiliki 6 bidang jurusan, antara lain Teknik Komputer dan Jaringan, Rekayasa Perangkat Lunak, Multimedia, Administrasi Perkantoran, Akutansi, dan Pemasaran.SMK N 1 Wonosobo juga telah menerapkan sistem pembelajaran kurikulum 2013, sehingga dalam aktivitas belajar dan mengajarnya SMK N 1 Wonosobo sudah menggunakan media – media maupun teknologi seperti komputer dan internet.
Namun dalam kenyataannya SMK N 1 Wonosobo masih memiliki beberapa kelemahan, diantaranya adalah kurangnya akses internet / hotspot yang memadai untuk semua siswanya, sehingga banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam mencari informasi.  Melihat kenyataan tersebut, maka perlu diadakannya jaringan di lingkungan sekolah yang bersifat lokal, agar para siswa maupun guru dapat dengan mudah dan cepat dalam mengakses informasi maupun pertukaran informasi.
Salah satu sarana yang dapat digunakan adalah web server. Web server adalah sebuah penyedia layanan dengan protokol HTTP. Web server juga dikenal dengan nama HTTP Server, menyediakan kemampuan untuk mengirimkan dokumen hypertext kepada pengguna. Dokumen hypertext itu nantinya digunakan untuk dijadikan tampilan.Fungsi utama web server adalah untuk  mengirimkan berkas permintaan pengguna melalui protokol komunikasi yang telah ditentukan. Halaman web yang diminta terdiri dari teks, video, gambar, file, dan lain-lain. Salah satu contoh dari Web Server adalah Apache. Apache merupakan web server yang paling banyak dipergunakan di Internet. Program ini pertama kali didesain untuk sistem operasi lingkungan UNIX. Apache mempunyai program pendukung yang cukup banyak. Hal ini memberikan layanan yang cukup lengkap bagi penggunanya.

      1.2      Tujuan

                        1.2.1            Meningkatkan efektifitas dalam memperoleh pengetahuan dan informasi.
                        1.2.2            Menunjang fasilitas pendidikan bagi siswa-siswi SMK N 1 Wonosobo.
                        1.2.3            Mempermudah dalam pertukaran informasiataupengumpulantugas

      1.3      Manfaat

                         1.3.1       Institusi

a.    Meningkatkan efektifitas dalam proses pembelajaran
b.   Mempermudah sekolah dalam memberikan informasi
c.    Meningkatkan kualitas pendidikan
d.   Menghasilkan lulusan yang berkualitas

                         1.3.2       Siswa

a.    Mempermudah siswa dalam mendapatkan informasi
b.   Dapat melakukan pertukaran informasi / ilmu pengetahuan
c.    Membantu siswa dalam mengerjakantugasataumenggumpulkantugas
d.   Meningkatkan ketrampilan siswa

      1.4      Batasan Kerja Proyek (KP)

Adapun batasan – batasan masalah yang membatasi ruang lingkup dari pembangunan web server sekolah berbasis lokal yang akan dibuat antara lain :
a.       Instalasi Debian GNU/Linux 6.0.9 "Squeeze"
b.      Konfigurasi jaringan

c.       Instalasi dan konfigurasi DNS Server
d.      Instalasi dan konfigurasi Mail Server
e.       Instalasi dan konfigurasi Web Server (LAMPP)
f.       Instalasi dan konfigurasi WebMail Server
g.      Instalasi CMS Joomla sebagai Blog Artikel
h.      Instalasi CMS OsTube sebagai Video Streaming
i.        Instalasi CMS Dewafiles sebagai File Sharing
j.        Instalasi dan konfigurasi jaringan nirkabel / Access Point

      1.5     
Pada bab ini menjelaskan tentang Latar Belakang, Tujuan, Manfaat, Batasan Kerja Proyek Dan Sistematika. penulisan.
Sistematika Laporan

BAB I PENDAHULUAN     :

Pada bab ini menjabarkan secara singkat teori  – teori yang  mendukung dalam membangun web server sekolah berbasis lokal.
 
BAB II LANDASAN TEORI           :
                                          

Pada bab ini proses dan langkah-langkah dalam membangun web server sekolah berbasis lokal.
 
BAB III METODOLOGI      :

Berisi uraian detail dan sistematis dari seluruh rangkaian kegiatan yang dilakukan selama Kerja Proyek. Pembahasan disusun berdasarkan rangkaian metologi yang disusun dalam Bab III.
 
BAB IV PEMBAHASAN     :










Bagian ini memuat kesimpulan yang merupakan rangkuman dari hasil analisis kinerja dari bagian sebelumnya serta berisi saran – saran yang perlu diperhatikan berdasarkan keterbatasan – keterbatasan yang ditemukan selama pengembangan model tersebut.
BAB V PENUTUP                 :





Berisi tentang referensi-referensi yang telah dipakai oleh penulis sebagai acuan dan penunjang yang mendukung penyelesaian proyek akhir ini.
 
DAFTAR PUSTAKA                        :


Pada bagian ini berisi keterangan/tabel/gambar/ screenshoot dari hasil Kerja Proyek serta foto dari anggota kelompok saat mengerjakan Kerja Proyek

 
LAMPIRAN                           :


BAB II

LANDASAN TEORI


2.1  Web Server

Web server adalah sebuah penyedia layanan dengan protokol HTTP. Web server juga dikenal dengan nama HTTP Server, menyediakan kemampuan untuk mengirimkan dokumen hypertext kepada pengguna. Dokumen hypertext itu nantinya digunakan untuk dijadikan tampilan.
Fungsi utama web server adalah untuk  mengirimkan berkas permintaan pengguna melalui protokol komunikasi yang telah ditentukan. Halaman web yang diminta terdiri dari teks, video, gambar, file, dan lain-lain. Salah satu contoh dari Web Server adalah Apache. Apache merupakan web server yang paling banyak dipergunakan di Internet. Program ini pertama kali didesain untuk sistem operasi lingkungan UNIX. Apache mempunyai program pendukung yang cukup banyak. Hal ini memberikan layanan yang cukup lengkap bagi penggunanya.

Beberapa dukungan Apache :
a.       Kontrol Akses
Kontrol ini dapat dijalankan berdasarkan nama host atau nomor IP CGI (Common Gateway Interface) Yang paling terkenal untuk digunakan adalah perl (Practical Extraction and Report Language), didukung oleh Apache dengan menempatkannya sebagai modul (mod_perl)
b.      PHP (Personal Home Page/PHP Hypertext Processor)
Program dengan metode semacam CGI, yang memproses teks dan bekerja di server. Apache mendukung PHP dengan menempatkannya sebagai salah satu modulnya (mod_php). Hal ini membuat kinerja PHP menjadi lebih baik



c.       SSI (Server Side Includes)
Server Side Include merupakan sebuah server-side scripting bahasa yang digunakan di web, yang memungkinkan isi dari file eksternal untuk dimasukkan pada titik-titik tertentu dalam halaman web.

Web server Apache mempunyai kelebihan dari beberapa pertimbangan di atas :
a.       Apache termasuk dalam kategori freeware.
b.       Mudah dalam instalasi.
c.       Mampu beroperasi pada berbagai platform sistem operasi.
d.      Mudah mengatur konfigurasinya. Apache hanyamempunyai empat file konfigurasi.
e.       Mudah dalam menambahkan peripheral lainnya ke dalam platform web servernya.

Langkah – langkah dalam membangun web server
a.       Instalasi paket instalasi (apache2, mysql-server, php5 dan phpmyadmin)
b.      Pembuatan direktori root web server
c.       Pembuatan virtual host
d.      Konfigurasi php5
e.       Pembuatan database
f.       Instalasi CMS

2.2  DNS Server

DNS adalah sebuah layanan untuk menyediakan penerjemahan alamat IP menjadi nama yang lebih mudah diingat. DNS menyediakan penerjemahan dua arah, dari IP menjadi nama, atau dari nama menjadi IP. DNS berjalan di port 53, suatu DNS Server juga terhubung dengan layanan DNS Server lainya. DNS bekerja secara hirarki, di mana tingkatan-tingkatan DNS saling berkaitan dengan yang lainya.
DNS Server bekerja dengan menyimpan kamus dari IP menjadi nama atau sebaliknya. Pengguna melakukan permintaan terhadap DNS Server dengan mengirimkan nama alamat yang dituju. DNS Server lalu mengembalikan kepada pengguna tersebut alamat IP yang dituju. DNS Server bekerja sama dengan server lainya, sehingga tidak terlalu membebani satu server. Oleh karena itu berbagai server DNS memiliki berbagai peran yang berbeda. Ada sebagian server yang hanya melakukan forwarding, yaitu meneruskan permintaan ke server lainya. Atau sebagian yang berfungsi sebagai master yang menyimpan data mapping IP ke nama domain dan sebaliknya. DNS Server memiliki beberapa kelebihan, antara lain :
a.       Mudah, DNS sangat mudah kerana user tidak lagi disusahkan untuk mengingat IP address sebuah komputer, cukup host name.
b.      Konsisten, IP address sebuah komputer boleh berubah, tapi host name tidak boleh berubah.
c.       Simple, DNS server mudah untuk dikonfigurasikan.

Langkah – langkah membagun DNS Server
a.       Instal paket aplikasi
b.      Pembuatan zone dns
c.       Konfigurasi dns forward
d.      Konfigurasi dns reverse
e.       Pembuatan daftar alamat dns server

2.3  CMS

CMS kepanjangan dari Content Management System. CMS merupakan sebuah aplikasi web atau software web yang tujuannya untuk memudahkanmanajemen (upload, edit, menambahkan, dll) konten dalam sebuah website/blog/aplikasi web tanpa harus dibekali pengetahuan tentang hal-hal yang bersifat teknisdan tanpa harus memiliki pengetahuan tentang bahasa pemrograman web.

Sehingga dengan adanya CMS ini, orang awam pun dapat membuat sebuah website yang langsung jadi dan pengguna tinggal mengelola isi konten website tersebut tanpa campur tangan dari pihak webmaster. Di dalam CMS, manajemen file-file juga sangat terstruktur, setiap elemen antara isi dan tampilan desain terpisah. CMS dapat digunakan untuk membuat berbagai jenis website seperti :
a.       Website perusahaan, bisnis, organisasi atau komunitas.
b.      Galeri foto
c.       Aplikasi E-Commerce / Toko Online
d.      Mengelola website pribadi / blog.
e.       Dan lain-lain.

2.4  Access Point

Access Point adalah sebuah perangkat jaringan yang berisi sebuah transceiver dan antena untuk transmisi dan menerima sinyal ke dan dari clients remote. Dengan access points (AP) clients wireless bisa dengan cepat dan mudah untuk terhubung kepada jaringan LAN kabel secara wireless.Secara garis besar, access point berfungsi sebagai pengatur lalu lintas data, sehingga memungkinkan banyak client dapat saling terhubung melalui jaringan (Network). Jika diperinci lebih jelas lagi fungsi access point adalah sebagai berikut :
a.       Mengatur supaya AP dapat berfungsi sebagai DHCP Server
b.      Mencoba fitur Wired Equivalent Privacy (WEP) dan Wi-Fi Protected Access(WPA)
c.       Mengatur akses berdasarkan MAC Address padaperangkat pengakses
d.      Sebagai Hub/Switch yang bertindak untuk menghubungkan jaringan lokal dengan jaringan wireless/nirkabel

Langkah – langkah Membangun Jaringan Wireless
a.       Konfigurasi alamat IP
b.      Konfigurasi SSID
c.       Konfigurasi DHCP Server

BAB III

METODOLOGI

Start
Persiapan alat dan bahan
Instalasi Debian GNU/Linux 6.0.9 "Squeeze"

Crimping Kabel
Konfigurasi Jaringan
Instalasi dan Konfigurasi DNS Server
Instalasi dan Konfigurasi WebMail Server

Instalasi CMS Jomlaa sebagai Blog Artikel
Instalasi CMS OsTube sebagai Video Streaming
Instalasi CMS Dewafiles sebagai File Sharing
Instalasi dan Konfigurasi jaringan nirkabel / Access Point

Pengujian
Stop
Instalasi dan Konfigurasi Mail Server
Instalasi dan Konfigurasi Web Server (LAMPP)

 

 

DESKRIPSI METOLOGI KERJA PROYEK
a.       Persiapan Alat dan Bahan
1)      Alat
No
Alat
Jumlah
1
Komputer
1 unit
2
Laptop
1 unit
3
Access Point
1 buah
4
Crimping Tool
1 buah
5
Aplikasi WinSCP
1 buah

2)      Bahan
No
Bahan
Jumlah
1
SO Debian 6.0.9 “Squeeze”
1 unit
2
Kabel UTP
2 meter
3
Konektor RJ45
2 buah
4
CMS Joomla
1 buah
5
CMS OsTube
1 buah
6
CMS Dewafiles
1 buah

b.      Instalasi Debian 6.0.9 “Squeeze”
Dalam instalasi Debian 6.0.9 “Squeeze” tidak semua paket aplikasi diinstal, hanya paket aplikasi yang dibutuhkan saja yang diinstal, seperti web server, dns server dan yang lainnya.

c.       Crimping Kabel
Kabel yang akan dibuat adalah kabel jenis streght, karena kabel tersebut akan digunakan untuk menghubungkan antara komputer server dengan access point.

d.      Konfigurasi Jaringan
Menentukan alamat IP server agar client bisa terhubung dengan server dan memanfaatkan layanan yang diberikan oleh server.

e.       Instalasi dan Konfigurasi DNS Server
Paket aplikasi yang dibutuhkan adalah Bind9. Dan alamat IP server tersebut akan dibuat menjadi empat domain untuk setiap CMS / halaman webnya.

f.       Instalasi dan Konfigurasi Mail Server
Mail server adalah server yang memungkinkan pengguna untuk dapat mengirim dan menerima surat elektronik  atau e-mail satu sama lain dalam satu jaringan atau internet. Paket yang perlu diinstal dalam pembuatan mail server yaitu postfix, courier-pop, dan courier-imap.

g.      Instalasi dan Konfigurasi Web Server
Paket aplikasi yang akan diinstal adalah Apache2, PHP5, MySQL-Server, dan PHPMyadmin. Dan yang perlu dikonfigurasi adalah batas dalam mengupload file / data.

h.      Instalasi dan Konfigurasi WebMail Server
WebMail Server adalah sarana yang memungkinkan user dapat mengakses e-mail melalui web dalam kata lain webmail server adalah interfaces yang digunakan untuk mengakses email. Salah satu aplikasi yang dapat digunakan adalah Squirrelmail.

i.        Instalasi CMS Joomla
Hal yang harus dilakukan adalah membuat virtual host, database, dan direkroti root untuk CMS Joomla. Untuk memasukan CMS Joomla ke debian bisa menggunakan aplikasi WinSCP di Windows (sebagai client) dan SSH (sebagai server). Kemudian untuk mengekstrak CMSnya menggunakan aplikasi unzip.


j.        Instalasi CMS OsTube
Sama seperti instalasi CMS Joomla, namun dalam instalasinya harus menginstal beberapa aplikasi tambahan, diantaranya adalah ruby, mplayer, mencoder, dan flvtool2. Dan untuk mengekstrak CMS OsTube menggunakan perintah“tar”.

k.      Instalasi CMS Dewafiles
Sama seperti instalasi CMS Joomla, namun dalam instalasinya harus mengaktifkan mode rewrite.

l.        Konfigurasi Access Point
Yang harus dikonfigurasi adalah alamat IP Access Point, SSID untuk memberikan nama wifi dan DHCP Server untuk memberikan alamat IP secara otomatis ke client yang terhubung.

m.    Pengujian
Tahap Pengujian dilakukan untuk menguji web server yang telah dibangun, apakah sesuai dengan yang diharapkan atau tidak dangan cara meghubungkan client dengan access point. Kemudian mengakses web server dengan menggunakan domain, lalu mengupload data (bisa berupa teks, file, atau video) kemudian mengakses data yang telah diupload.



BAB IV

PEMBAHASAN


4.1                        Instalasi Debian

Pastikan DVD Debian sudah siap, dengan PC yang akan dijadikan server.
a.       Masukkan DVD Debian ke DVD-ROM PC.
b.      Masuk BIOS, pastikan PC boot ke DVD-ROM terlebih dahulu.
c.       Akan muncul tampilan seperti berikut,

Gambar 4.1.1 Tampilan awal instalasi sistem debian


Karena kita menginstal untuk server, dan supaya proses instalasi lebih cepat, kita tidak menggunakan instalasi grafik, tapi dengan instalasi command line.
d.      Pilih bahasa yang akan digunakan saat proses instalasi, bahasa yang  dipilih juga akan menjadi bahasa yang digunakan sistem. Pilih english, sebagai bahasa instalasi.


e.       Tentukan lokasi negara, Indonesia berada di bagian other | Asia | Indonesia. Pilih Indonesia sebagai negara, akan muncul pemilihan locale atau jenis huruf yang didukung. Indonesia menggunakan alphabet latin, gunakan locale Amerika Serikat. Pilih juga keymap, keymap adalah tatanan keyboard yang digunakan. Gunakan American English.
f.       Tunggu, akan ada proses.

Gambar 4.1.2 Proses scanning cdrom


Biarkan prosesnya sampai selesai.
g.      Masukkan hostname yang dibutuhkan, karena kita membangun server kita sendiri. Masukkan sesuai keinginan.

Gambar 4.1.3 Memberikan nama host (komputer)


Dalam kasus ini, masukkan smakanza sebagai hostname.
h.      Kita akan memasukkan kata sandi untuk akun utama, masukkan sesuai kenginan.

Gambar 4.1.4 Memberikan password untuk akun root


Dalam kasus ini, masukkan root, lalu masukan root lagi saat konfirmasi sandi.
i.        Setelah itu, akan diminta untuk memasukkan nama lengkap pengguna. Masukan nama anda.

Gambar 4.1.5 Memberikan nama lengkap untuk user baru


Masukkan nama pengguna untuk akun pribadi anda sendiri. Nama depan merupakan plihan yang cukup. Masukkan juga kata sandi, lalu konfirmasi lagi kata sandi.
j.        Pilih zona pewaktuan sesuai dengan tempat pembuatan server, jika di wilayah Indonesia bagian barat maka pilih Jakarta.
k.      Tunggu sampai proses pengecekkan hardware selesai.
l.        Pilih proses partisi secara manual.
m.    Pilih disk yang akan di partisi.

Gambar 4.1.6 Pemilihan harddisk untuk pembuatan partisi


Dalam kasus ini, server akan menggunakan 2 partisi. Satu root dengan ukuran 10 GB, dan satu swap dengan ukuran 737 MB. Lalu klik Yes.

Gambar 4.1.7 Hasil partisi yang dibuat


n.      Biarkan proses instalasi berjalan.
o.      Apabila dalam proses instalasi ada pertanyaan, Apakah ada media instalasi lainya? DVD atau CD? Apabila ada, masukkan DVD dan pilih yes, apabila tidak, pilih no.
p.      Akan ada pertanyaan lagi, apakah perlu menggunakan network mirror? Network mirror adalah master debian yang ada di internet, berfungsi untuk mengambil data - data yang mungkin tidak ada di DVD atau CD. Silahkan pilih ya apabila anda ingin menggunakan network mirror, syaratnya anda harus mempunyai koneksi internet.
q.      Apabila ada pertanyaan seputar berkontribusi untuk popularity contest, pilih no.
r.        Setelah itu akan disediakan pilihan apa saja yang akan diinstal.
Sebaiknya yang diinstal hanya standard system utilities untuk pempercepat dalam instalasi.

            Gambar 4.1.8 Pemilihan paket aplikasi


s.       Lalu biarkan proses instalasi berjalan kembali.
Akan ada pesan, apabila PC anda sudah terdapat sistem operasi. Maka menginsall GRUB akan embuat sistem operasi yang sebelumnya tidak bisa digunakan. Kecuali nanti diatur ulang. Kita asumsikan bahwa anda belum menginstal apa - apa karena tujuanya adalah membuat PC khusus server. Pilih Yes.
t.        Tunggu hingga proses selesai. Apabila sudah muncul pesan Installation complete, pilih Continue. Kemudian PC akan merestart.


u.      Instalasi debian selesai.

Gambar 4.1.9 Tampilan login sistem debian


Masuk menggunakan akun root, dan masukan password rootnya.

4.2                        Konfigurasi Jaringan

a.       Login ke debian menggunakan akun root.
b.      Kemudian ketikan perintah,
root@smakanza:~# nano /etc/network/interfaces
c.       Lalu pada bagian bawah isikan konfigurasi seperti ini,
# The loopback network interface
auto lo
iface lo inet loopback

auto eth0
iface eth0 inet static
        address 192.168.10.1
        netmask 255.255.255.0
d.      Simpan konfigurasi dan restart interfaces.
root@smakanza:~# service networking restart
e.       Hubungkan komputer server dengan komputer klien dengan menggunakan kabel UTP.
f.       Pada komputer klien, masuk ke Network and Sharing Center.
g.      Klik Local Area Connection.
h.      Klik Properties.
i.        Kemudian pilih Internet Protocol Version 4.
j.        Masukan alamat IP komputer klien, untuk gateway merupakan alamat IP server, dan alamat DNS server menggunakan alamat IP server.

Gambar 4.2.1 Pemberian alamat IP pada windows


k.      Klik OK.Kemudian buka cmd dan ping alamat server.

Gambar 4.2.2 Pengujian jaringan dengan perintah ping


4.3                        Instalasi dan Konfigurasi DNS Server

a.       Instal aplikasi DNS Server (Bind9).
root@smakanza:~# apt-get install bind9
b.      Setelah terinstal kemudian masuk ke direktori bind.
root@smakanza:~# cd /etc/bind/
c.       Copy file db.local dan db.127.
root@smakanza:/etc/bind# cp db.local blog
root@smakanza:/etc/bind# cp db.local data
root@smakanza:/etc/bind# cp db.local media
root@smakanza:/etc/bind# cp db.local mail
root@smakanza:/etc/bind# cp db.127 192
d.      Edit file named.conf.local.
root@smakanza:/etc/bind# nano named.conf.default-zones
e.       Kemudian tambahkan zone di dalamnya.
zone "smakanza.sch.id" {
        type master;
        file "/etc/bind/blog";
};
zone "smakanza-data.sch.id" {
        type master;
        file "/etc/bind/data";
};
zone "smakanza-media.sch.id" {
        type master;
        file "/etc/bind/media";
};
zone "smakanza-mail.sch.id" {
        type master;
        file "/etc/bind/mail";
};
zone "10.168.192.in-addr.arpa" {
        type master;
        file "/etc/bind/192";
};

f.       Edit file blog.
root@smakanza:/etc/bind# nano blog
g.      Ubah isi file tersebut menjadi seperti ini,

            Gambar 4.3.1 Konfigurasi dns forward


Lakukan hal yang sama pada file data, media, dan mail dengan domain yang telah ditentukan.
h.      Edit juga file db.192 dan ubah isinya menjadi seperti ini.

Gambar 4.3.2 Konfigurasi dns reverse


i.        Restart bind9.
root@smakanza:/etc/bind# service bind9 restart
j.        Edit file resolv.conf.
root@smakanza:/etc/bind# nano /etc/resolv.conf
k.      Masukan “nameserver 192.168.10.1” di dalamnya dan simpan konfigurasi.
l.        Test dengan perintah “nslookup alamat.domain”.

            Gambar 4.3.3 Pengujian dns dengan perintah nslookup


m.    Konfigurasi DNS Server berhasil

4.4                        Instalasi dan Konfigurasi Mail Server

a.       Instal aplikasi mail server.
root@smakanza:~# apt-get install postfix courier-pop courier-imap
b.      Jika ada pesan muncul pilih Ok, lalu pilih Internet Site.
c.       Isikan nama sistem mail, contoh “smakanza-mail.sch.id”, kemudian jika ada peringatan pembuatan direktori untuk web administrasi, plih No. Tunggu hingga proses selesai.
d.      Kemudian edit file konfigurasi.
root@smakanza:~# nano /etc/postfix/main.cf
lalu pada bagian bawah konfigurasi tambahkan “home_mailbox = Maildir/”.
recipient_delimiter = +
inet_interfaces = all
home_mailbox = Maildir/
e.       Kemudian edit konfigurasi melalui perintah dpkg.
root@smakanza:~# dpkg-reconfigure postfix
f.       Ikuti langkah-langkahnya seperti ini.
Local only : Ok
General Type of Mail Configuration : Internet Site
System Mail Name : smakanza-mail.sch.id
Root and postmaster mail recipient : (biarkan kosong)
Other destination to accept... : (langsung tekan enter)
Force synchronous updates... : No
Local Networks : 0.0.0.0/0 (tambahkan di bagian akhir)
Use Procmail for local delivery : No
Mailbox size limit (bytes) : 0
Local address extension character : +
Internet protocols to use : ipv4
g.      Restart mail server.
root@smakanza:~# service postfix restart
h.      Tambahah user sebagai penerima email.
root@smakanza:~# adduser diin
i.        Lakukan test terhadap port 25 (protokol SMTP).
root@smakanza:~# telnet smakanza-mail.sch.id 25
Trying 192.168.10.1...
Connected to smakanza-mail.sch.id.
Escape character is '^]'.
220 smakanza ESMTP Postfix (Debian/GNU)
mail from:hiday (nama user pengirim)
250 2.1.0 Ok
rcpt to:diin (nama user penerima)
250 2.1.5 Ok
data (perintah untuk menulis pesan)
354 End data with <CR><LF>.<CR><LF>
Hai Diin.   (isi pesan)
.   (tanda titik untuk mengakhiri penulisan pesan)
250 2.0.0 Ok: queued as C9F785FCFC
quit (perintah untuk keluar dari protokol SMTP)
221 2.0.0 Bye
Connection closed by foreign host.
j.        Kemudian test port 110 (protokol POP).
root@smakanza:~# telnet smakanza-mail.sch.id 110
Trying 192.168.10.1...
Connected to smakanza-mail.sch.id.
Escape character is '^]'.
+OK Hello there.
user diin (nama user)
+OK Password required.
pass diin (password user)
+OK logged in.
retr 1 (perintah untuk menampilkan pesan nomer 1)
+OK 460 octets follow.
Return-Path: <hiday@smakanza-mail.sch.id>
X-Original-To: diin
.......
Hai Diin.
.
quit (perintah untuk keluar dari protokol POP)
+OK Bye-bye.
Connection closed by foreign host.
root@smakanza:~#
k.      Pembuatan mail server selesai.

4.5                        Instalasi dan Konfigurasi Web Server

a.       Instal aplikasi web server  .
root@smakanza:~# apt-get install apache2 php5 mysql-server phpmyadmin
b.      Jika ada pesan untuk memasukan user root MYSQL, masukan password root debian, lalu masukan passwordnya lagi.
c.       Jika ada pesan untuk merekonfigurasi web server secara otomatis, pilih apache2.
d.      Tunggu proses hingga muncul pesan “Configure database for phpmyadmin ...” pilih Yes, lalu masukan password root MYSQL.
e.       Kemudian masukkan password phpmyadmin, disarankan agar sama dengan password MYSQL, dan masukkan passwordnya lagi.
f.       Tunggu hingga proses selesai.
g.      Selanjutnya edit batas upload pada file php.ini.
root@smakanza:~# nano /etc/php5/apache2/php.ini
h.      Tekan Ctrl + W dan cari kata “upload_max” dan ubah batas uploadnya sesuai dengan yang dinginkan, contoh dalam kasus ini adalah 1024M (1GB).
i.        Tekan + W lagi dan cari kata “post_max” dan ubah batasnya, bisa disamakan seperti batas “upload_max”.
j.        Simpan dan restart apache2.
root@smakanza:~# service apache2 restart
k.      Untuk mengujinya, buka web browser dan ketikan alamat server.

            Gambar 4.5.1 Hasil pengujian dari web server



4.6                        Instalasi dan Konfigurasi Web Mail Server

a.       Instal web mail server (squirrelmail).
root@smakanza:~# apt-get install squirrelmail
b.       Kemudian pindah ke direktori sites-available.
root@smakanza:~# cd /etc/apache2/sites-available
c.       Copy file default.
root@smakanza:/etc/apache2/sites-available# cp default mail
d.      Lalu edit file mail.
root@smakanza:/etc/apache2/sites-available# nano mail
edit konfigurasi seperti ini,
<VirtualHost *:80>
        ServerAdmin hiday@smakanza-mail.sch.id
        ServerName smakanza-mail.sch.id
        ServerAlias www.smakanza-mail.sch.id

        DocumentRoot /usr/share/squirrelmail
        ............
<Directory /usr/share/squirrelmail/>
        .............
</Directory>
        .............
</VirtualHost>
e.       Aftikan virtual host mail.
root@smakanza:/etc/apache2/sites-available# a2ensite mail
f.       Kemudian restart apache2.
root@smakanza:/etc/apache2/sites-available# service apache2 restart
g.      Buka web browser dan ketikan alamat “smakanza-mail.sch.id”.

            Gambar 4.6.1 Tampilan login squirrelamil


a.       Masuk menggunakan user diin dan juga masukan passwordnya.Instalasi WebMail Server selesai

Gambar 4.6.2 tampilan kotak masuk email


4.7                        Membangun Web Blog menggunakan CMS Joomla

a.       Download CMS Joomla terlebih dahulu di sini,
b.      Buat direktori web root di debian.
root@smakanza:~# mkdir /var/blog
c.       Instal aplikasi SSH agar WinSCP dapat terhubung dengan debian.
root@smakanza:~# apt-get install openssh-server
d.      Instal WinSCP di komputer client.
e.       Kemudian masukan CMS Joomla yang telah didownload tadi ke dalam direktori yang telah dibuat menggunakan WinSCP.
f.       Lalu pindah ke direktori blog.
root@smakanza:~# cd /var/blog
g.      Untuk melihat apakah file sudah masuk ke dalam direktori, ketikan perintah ls.
root@smakanza:/var/blog# ls
Joomla2.5.0.zip
h.      Instal aplikasi unzip untuk mengekstrak CMS Joomla.
root@smakanza:/var/blog# apt-get install unzip
i.        Lalu ekstrak CMS Joomla.
root@smakanza:/var/blog# unzip Joomla2.5.0.zip
j.        Edit hak akses direktori web rootnya.
root@smakanza:/var/blog# chmod -R 777 /var/blog
k.      Pindah ke direktori sites-available.
root@smakanza:/var/blog# cd /etc/apache2/sites-available
l.        Copy file default.
root@smakanza:/etc/apache2/sites-available# cp default blog
m.    Lalu edit file blog.
root@smakanza:/etc/apache2/sites-available# nano blog
n.      Ubah konfigurasi menjadi seperti ini,
<VirtualHost *:80>
        ServerAdmin hiday@smakanza-mail.sch.id
        ServerName smakanza.sch.id
        ServerAlias www.smakanza.sch.id

        DocumentRoot /var/blog
        .................
<Directory /var/blog/>
      ..................
</Directory>
         .................
</VirtualHost>
o.      Aktifkan virtual host blog.
root@smakanza:/etc/apache2/sites-available# a2ensite blog
p.      Restart apache2.
root@smakanza:/etc/apache2/sites-available# service apache2 restart
q.      Buka web browser dan ketikan “smakanza.sch.id/phpmyadmin” di address bar untuk membuat database. Masukan pengguna root dan passwordnya.

            Gambar 4.7.1 Tampilan login phpmyadmin


r.        Lalu buatlah databasedengan nama “blog”.

            Gambar 4.7.2 Pembuatan database


s.       Tambahkan tab baru di web browser dan ketikan alamat “smakanza.sch.id”, maka tampilannya akan seperti ini,

            Gambar 4.7.3 Instalasi CMS Joomla


t.        Kemudian klik Next, lalu klik next lagi, klik next lagi.

u.      Pada konfigurasi database, isikan nama pengguna dan nama database.
Database Type : Mysqli
Host Name : localhost
Username : root
Password : root
Database name : blog
Table Prefix : blog_
v.      Lalu klik next, pada konfigurasi FTP langsung di next saja. Pada Main Configuration isikan seperti ini,
Site Name : SMAKANZA
Admin Username: hiday
Admin Password : hiday
Confirm Admin Password : hiday
w.    Klik Install Sample Data, lalu klik Next.
x.      Klik Remove installation folder, akan ada pesan Installation folder successfully removed Jika tidak ada pesan tersebut maka hapus folder instalasi secara manual. Kemudian klik Site dan instalasi selesai.

            Gambar 4.7.4 Hasil instalasi CMS Joomla


4.8                        Membangun Media Streaming dengan CMS OsTube

a.       Download CMS OsTube terlebih dahulu di sini,
b.      Buat direktori web root di debian.
root@smakanza:~# mkdir /var/video
c.       Instal aplikasi pendukung.
root@smakanza:~# apt-get install ruby mplayer mencoder flvtool2
d.      Kemudian masukan CMS OsTube yang telah didownload tadi ke dalam direktori yang telah dibuat menggunakan WinSCP.
e.       Lalu pindah ke direktori video.
root@smakanza:~# cd /var/video
f.       Untuk melihat apakah file sudah masuk ke dalam direktori, ketikan perintah ls.
root@smakanza:/var/video# ls
OsTube-2.1.tar.gz
g.      Lalu ekstrak CMS OsTube.
root@smakanza:/var/video# tar -zxvf OsTube-2.1.tar.gz
h.      Edit hak akses direktory includes.
root@smakanza:/var/video# chmod -R 777 includes
i.        Pindah ke direktori sites-available.
root@smakanza:/var/video# cd /etc/apache2/sites-available
j.        Copy file default.
root@smakanza:/etc/apache2/sites-available# cp default video
k.      Lalu edit file video.
root@smakanza:/etc/apache2/sites-available# nano video
l.        Ubah konfigurasi menjadi seperti ini.
<VirtualHost *:80>
        ServerAdmin hiday@smakanza-mail.sch.id
        ServerName smakanza-media.sch.id
        ServerAlias www.smakanza-media.sch.id
        DocumentRoot /var/video
        ......................
<Directory /var/video/>
      .........................          
</Directory>

        ScriptAlias /cgi-bin/ /var/video/cgi-bin/
<Directory "/var/video/cgi-bin">
...........................
</VirtualHost>
m.    Aktifkan virtual host video.
root@smakanza:/etc/apache2/sites-available# a2ensite video
n.      Restart apache2.
root@smakanza:/etc/apache2/sites-available# service apache2 restart
o.      Buatlah database dengan nama “video” menggunakan phpmyadmin.
p.      Kemudian buka web brower dan ketikan alamat “smakanza-media.sch.id”, secara default ostube menggunakan bahasa jerman, untuk mengganti menjadi bahasa inggris klik bendera inggris. Pastikan semua minimal system rekomendasi dicentang.
q.      Di bagian bawah pada konfigurasi database MySQL diisi dengan username, password dan nama database.
DB hostname : localhost
DB username : root
DB password : root
DB database : video
r.        Klik Next, jika nanti ada pesan “Caution: The database already exists. If you click "Next" the current database will be deleted! (you most likely want this)” klik Next sekali lagi.
s.       Pada Step 2 langsung di Next saja


t.        Di Step 3 pada Portal setting, isikan nama portal dan data admin.
Name of your portal :MEDIA SMAKANZA
User have .... : No
Admin username : hiday
Admin password : hiday
Admin email : hiday@smakanza-mail.sch.id
u.      Klik Next dan hapus direktori install.
root@smakanza:/var/video# rm -R install
v.      Buka web browser dan ketikan alamat “smakanza-media.sch.id

            Gambar 4.8.1 Hasil instalasi CMS OsTube


w.    Instalasi berhasil

4.9                        Membangun Web File Sharing menggunakan CMS Dewafiles

a.       Download CMS Dewafiles terlebih dahulu di sini,
b.      Buat direktori web root di debian.
root@smakanza:~# mkdir /var/data
c.       Kemudian masukan CMS Dewafiles yang telah didownload tadi ke dalam direktori yang telah dibuat menggunakan WinSCP.
d.      Lalu pindah ke direktori data.
root@smakanza:~# cd /var/data
e.       Ketikan perintah ls untuk melihat CMS Dewafiles di dalam direktori.
root@smakanza:/var/data# ls
dewafiles-v-5.zip
f.       Lalu ekstrak CMS Dewafiles.
root@smakanza:/var/data# unzip dewafiles-v-5.zip
g.      Edit hak akses direktori web rootnya.
root@smakanza:/var/data# chmod -R 777 /var/data
h.      Pindah ke direktori sites-available.
root@smakanza:/var/data# cd /etc/apache2/sites-available
i.        Copy file default.
root@smakanza:/etc/apache2/sites-available# cp default data
j.        Lalu edit file data.
root@smakanza:/etc/apache2/sites-available# nano data
k.      Ubah konfigurasi menjadi seperti ini,
<VirtualHost *:80>
        ServerAdmin hiday@smakanza-mail.sch.id
        ServerName smakanza-data.sch.id
        ServerAlias www.smakanza-data.sch.id

        DocumentRoot /var/data
       .................
<Directory /var/data/>
                Options Indexes FollowSymLinks MultiViews
                AllowOverride All
                Order allow,deny
                allow from all
</Directory>
......................
</VirtualHost>
l.        Aktifkan virtual host data.
root@smakanza:/etc/apache2/sites-available# a2ensite data
m.    Aktifkan mode rewrite.
root@smakanza:/etc/apache2/sites-available# a2enmod rewrite
n.      Restart apache2.
root@smakanza:/etc/apache2/sites-available# service apache2 restart
o.      Buatlah database dengan nama “data” menggunakan phpmyadmin.
p.      Kemudian buka web brower dan ketikan alamat “smakanza-data.sch.id”, maka tampilannya seperti ini,

Gambar 4.9.1 Tampilan konfigurasi CMS Dewafiles

q.      Masukan konfigurasinya, pastikan bagian yang terdapat tanda bintang (*) diisi semua, jika sudah selesai, klik Install Now.
r.        Hapus direktori instalation.
root@smakanza:/etc/apache2/sites-available# rm –R
/var/data/installation




s.       Kemudian klik Home pada web browser dan instalasi selesai.

            Gambar 4.9.2 Hasil instalasi CMS Dewafiles

Konfigurasi Access Point


 

4.10                    


a.       Sambungkan access point dengan komputer (windows)
b.      Kemudian setting alamat IP di komputer dengan  jaringan 192.168.1.0/24, misalkan :
IP ddress : 192.168.1.10
Subnet mask : 255.255.255.0
c.       Buka web browser dan ketikan alamat ip access point “192.168.1.1”
d.      Masukan nama pengguna dan sandi
Nama Pengguna : admin
Sandi : admin
e.       Klik menu “Network”, kemudian setting IP access point agar sama dengan jaringan server.
Type : Static IP
IP Address : 192.168.10.2
Subnet Mask : 255.255.255.0
Gateway : 192.168.10.1
f.       Klik Save, jika ada pesan”rebooting of the system” klik Oke. Tunggu hingga access point selesai reboot.
g.      Kemudian setting alamat IP lagi di komputer dengan jaringan 192.168.10.0/24, misalkan 192.168.10.10
h.      Pada web broser ketikan alamat access point “192.168.10.2”
i.        Masukan nama pengguna dan sandi
j.        Klik menu “Wireless” dan edit konfigurasinya
SSID : @smakanza
Channel : 1
Pilih Access Point dan centang pada Enable SSID Broadcast
k.      Arahkan halaman ke bawah, pada Reboot diberi tanda centang, lalu klik Save dan Oke
l.        Kemudian klik menu DHCP dan setting DHCP Server
DHCP Server : pilih Enable
Start IP Address : 192.168.10.6
End IP Address : 192.168.10.254
Default Gateway : 192.168.10.1
Primary DNS : 192.168.10.1
m.    Klik Save dan Oke
n.      Reboot access point dengan mencabut kabel daya dan colokan kembali
o.      Sambungkan access point dengan server
p.      Hubungkan komputer klien ke wifi @smakanza

Gambar 4.10.1 Nama wifi yang telah dibuat


q.      Setelah terhubung, komputer akan mendapatkan alamat IP otomtis


r.        Lalu mencoba mengakses webmail server (smakanza-mail.sch.id)

Gambar 5.10.2 Mengakses webmail server setelah terhubung dengan wifi


s.       Konfigurasi access point selesai



BAB V

PENUTUP


5.1                        Kesimpulan

Web server adalah sebuah penyedia layanan dengan protokol HTTP. Web server juga dikenal dengan nama HTTP Server. Web server dapat digunakan sebagai pertukaran informasi, data dan yang lain. Salah satu aplikasi yang dapat digunakan sebagai web server adalah Apache2, dan dengan bantuan CMS, tampilan web server menjadi lebih menarik. Untuk web server berbasis lokal, digunakan dalam jaringan yang bersifat lokal, seperti di SMK N 1 Wonosobo. Kelebihan dari jaringan lokal antara lain kecepatan data yang lebih cepat, tidak memerlukan internet, dan tidak perlu menggunakan IP Publik, sehingga biaya yang digunakan tidak terlalu besar. Serta dapat meningkatkan efektifitas dalam memperoleh pengetahuan / informasi dan menunjang fasilitas pendidikan bagi siswa-siswi SMK N 1 Wonosobo.

5.2                        Saran

a.       Sistem (web server berbasis lokal) ini masih memiki banyak kekurangan, sehingga perlu  dikembangkan agar menjadi lebih baik.
b.      Semua warga SMK N 1 Wonosobo menjadi peran penting dalam menjalankan sistem ini, sehingga tujuan yang diharapkan dapat tercapai.
c.       Sistem ini dapat ditempatkan di jaringan SMK N 1 Wonosobo yang sudah ada, atau bisa juga membuat jaringannya sendiri.
d.      Sistem ini dapat digunakan sebagai referensi bagi pembaca untuk membuat sistem yang lebik baik.


DAFTAR PUSTAKA


Duty Susilo, Antonius. 2013. Administrasi Server Kelas XI Semester 1. Jakarta : Kementrian Pendidikan & Kebudayaan
Purbo, Onno W. 2008. Panduan Mudah Merakit dan Menginstal Server Linux. Yogyakarta : ANDI
Syamsudin. 2010. Cara Cepat Belajar Infrastruktur Jaringan Wireless. Yogyakarta : GAVA MEDIA
Sutabri, Tata. 2005. Sistem Informasi Manajemen. Yogyakarta : ANDI
Syafi’i, M. 2006. Membangun Aplikasi Berbasis PHP dan MySQL. Yogyakarta : ANDI
Suyanto. 2007. Membangun Jaringan Komputer dengan Server Linux dan Client Windows. Yogyakarta : ANDI
Kristanto, Andri. 2003. Jaringan Komputer. Yogyakarta : GRAHA ILMU
Id CloudHost. 2015.https://idcloudhost.com/pengertian-web-server-dan-fungsinya/, diunduh tanggal 10 Oktober 2016
Singgih. 2012.http://defas56.blogspot.co.id/2012/10/pengertian-dan-fungsi-dns-server.html, diunduh tanggal 10 Oktober 2016
Firmansah. 2012. http://www.virmansyah.info/2012/11/pengertian-cms-dan-macam-macamnya.html, diunduh tanggal 10 Oktober 2016
Sanha. 2015. http://www.wirelessmode.net/pengertian-access-point-dan-fungsinya.html, diunduh tanggal 10 Oktober 2016


LAMPIRAN


Tampilan halaman web smakanza.sch.id

Tampilan halaman web smakanza-data.sch.id
Tampilan halaman web smakanza-media.sch.id
Tampilan halaman web smakanza-mail.sch.id

Dokumennya bisa diunduh disini


Read More ->>
© fb.me/ihastechnology. Diberdayakan oleh Blogger.