September 03, 2015

MAKALAH MEMBUAT WAJAN BOLIC



MAKALAH
MEMBUAT WAJAN BOLIC



XI TKJ 1
DISUSUN OLEH : HIDAYATUL MUBTADIIN


A.    PENGERTIAN
Wajan Bolic adalah sebuah antena yang terbuat dari bahan dasar Wajan. Wajan Bolic adalah versi keduanya dari Antena Grid, bedanya Wajan Bolic dengan Antena Grid hanya terletak pada bahan dan efisiensi harganya. Antena grid / satelit seperti yang kita tahu, harganya sangatlah mahal, mungkin bisa 2 atau 3 juta-an. Sementara Wajan Bolic hanya membutuhkan biaya kurang dari 200.000. Dengan fungsinya yang hampir sama dengan antena grid, Wajan Bolic lebih efisien. Wajan Bolic merupakan antena reciever gelombang radio dengan frekuensi 2.4Ghz. Dan hebatnya lagi, Wajan Bolic adalah karya anak Indonesia.

B.     FUNGSI WAJAN BOLIC
-          Menembak sinyal WI-FI yang letaknya jauh (bisa menembak sampai 2 Km-9Km)
-          Memperkuat sinyal wi-fi
-          Menambah sinyal Modem (jika di gunakan untuk modem, bisa menembak HSDPA sampai HSUPA)

C.     BAHAN DAN PERALATAN
1.      BAHAN

NO
BAHAN
 HARGA
1
Wajan
 Rp           40.000
2
PVC paralon 3” 1/2 m
 Rp             9.000
3
Doff  3” 2 buah
 Rp             9.000
4
Baut + mur + ring ukuran 14
 Rp             5.000
5
Aluminium foil
 Rp           13.500
6
Double Type
 Rp             5.500
7
USB WIFI
 Rp         100.000
8
Kabel USB Extension
 Rp           15.000
9
Pipa besi/Bambu 8-10 meter
 Rp                      -
TOTAL
 Rp         197.000

2.      PERALATAN
a.    Penggaris
b.    Pisau/ Cutter
c.    Gunting
d.    Solder
e.    Gergaji besi
f.     Bor (untuk melubangi wajan dan doff)

D.    LANGKAH-LANGKAH PEMBUATAN
1.      Siapkan semua bahan dan peralatan yang dibutuhkan.
2.      Lubangi wajan tepat di tengah wajan tersebut seukuran baut ujuran 14.
Kemudian, ukur diameter wajan dan kedalaman wajan untuk menghitung Feedernya (permukaan pipa yang tidak di lapisi Alumunium Foil). Rumus mencari Feeder:


F= D^2/(16*d)
*Ket:
-       F: Feeder
-       D: Diameter Wajan
-       d: Kedalaman Wajan
-       ‘^’pangkat, ‘/’ pembagian, ‘*’ perkalian

Contoh : Wajan dengan D = 38 cm, d = 11 cm maka jarak titik focus dari center dish : F = D^2 /(16 *d) = 38^2 / (16 *11) = 8.2 cm (Bagian yang tidak diberi Alumunium Foil)

3.      Potong PVC paralon sepanjang 30 cm, kemudian beri tanda untuk jarak feeder-nya (daerah bebas aluminium foil). Untuk menentukan panjang feeder-nya gunakan rumus di atas.
4.      Siapkan Doff ( tutup ) paralon 3′. Lubangi wajan sebesar baut untuk menempelkan doff (tutup) paralon 3" tersebut. Kemudian pasang doff ( tutup ) paralon 3” ke dasar wajan. hasilnya akan seperti dibawah ini :










5.      Pada bagian doff (tutup PVC paralon) yang akan di pasang pada ujung PVC harus di beri aluminium foil.
6.      Beri lubang pada bagian paralon untuk meletakkan ujung USB Extention, sekitar 5cm dari ujung PVC, bisa menggunakan solder .
7.      Selanjut nya, bungkus PVC paralon dengan aluminium foil pada daerah selain feeder, kalo aluminium foil yang ada tanpa perekat, maka untuk merekatkannya bisa menggunakan double tape.





8.      Masukkan ujung USB Extention pada lubang yang sudah di tandai tadi, untuk meletakkan USB WIFI.
9.      Pasang USB WIFI pada USB Extention tadi.
10.  Dan pasangkan doff tadi ke PVC paralon Kemudian, wajan yang telah di lubangi tadi dipasangkan dengan doff yang satu nya lagi, sebelumnya doff tersebut dilubangi sesuai dengan ukuran baut yang sudah di siapkan, dan kencangkan secukupnya.
11.  Lalu Kemudian tinggal pasangkan PVC paralon tadi ke wajan yang sudah di pasang doff.





12.  Pasang plat besi di bagian belakang wajan untuk penyangga.
13.  Antena wajan bolic / wajan holic selesai. Akan tampak seperti dibawah ini













14.  Siapkan tiang untuk menegakkan wajanbolic. Bambu juga dapat digunakan. Cari yang lurus dan kokoh. tegakkan pipa besi/bambu sepanjang 8 meter tanpa terhalang bangunan.

E.     TAHAP PENGUJIAN


Dalam pengujian ini, saya tempatkan wajan bolicnya di daerah A, sedangkan hostpotnya di daerah B. Jarak antara titik A dan titik B menurut Google Maps yaitu 10,5 cm dengan skala 2cm : 200m, jadi jarak dari titik A ke titik B yaitu 1050m. Sebelum menguji wajan bolicnya, saya mencoba untuk mencari hostpot dengan wifi bawaan laptop, tetapi hotspotnya tidak terdeteksi. Kemudian saya memakai wajan bolic untuk mencari hostpot di daerah B, dan ternyata hostpotnya terdekteksi dengan kekuatan 1 dibanding 5.
Read More ->>

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM - TAAT PERATURAN, KOMPETISI DALAM KEBAIKAN, DAN KERJA KERAS



Taat Peraturan
Isi Kandungan :
1.       Taat kepada Rasul dan Ulil Amri dalam ayat ini bersifat mutlak, selama Ulil Amri tidak memerintahkan kepada yang dilarang oleh Allah swt.
2.       Rasul memiliki dua kedudukan. Pertama, menjelaskan hukum-hukum Tuhan dan menunaikan risalahNya. Kedua, mengelola urusan masyarakat dan menjelaskan peraturan-peraturan pemerintahan berdasarkan kebutuhan.
3.       Jalan yang terbaik menyelesaikan perselisihan mazhab Islam adalah merujuk kepada al-Quran dan  Sunnah Rasul yang diterima oleh semua orang.
4.       Masyarakat haruslah menerima pemerintahan Islam dan mendukung para pimpinan yang adil.
Taat memiliki arti tunduk, sedangkan Aturan adalah tindakan atau perbuatan yang harus dijalankan. Taat pada aturan adalah sikap tunduk kepada tindakan atau perbuatan yang telah dibuat. Dalam agama islam, Peraturan dibuat oleh Allah Swt, nabi, ulil amri, atau yang lainnya.  Aturan yang paling tinggi adalah aturan yang dibuat oleh Allah Swt., yaitu terdapat pada al-Qur’an. Aturan dibuat dengan tujuan agar tercipta ketertiban dan ketenteraman.
Selain taat kepada Allah SWT dan Nabi, islam juga memerintahkan umatnya untuk taat kepada pemimpin, karena dengan ketaatan rakyat kepada pemimpin (selama tidak maksiat), akan terciptalah keamanan dan ketertiban serta kemakmuran. Jika kita melanggar peraturan, maka kita akan mendapatkan sanksi seperti dosa, hukuman atau yang lain. Contoh perbuatan taat peraturan dalam agama islam yaitu Menjalankan sholat lima waktu, puasa, dan melaksanakan perintah-perintah Allah yang lain

Kompetisi dalam kebaikan
Isi Kandungan :
  1. Setiap umat pasti mempunyai/memiliki kiblat yang berbeda-beda, kiblat umat Islam adalah Ka'bah dimana kiblat ini merupakan lambang untuk persatuan umat.
  2. Agama atau umat yang ada di dunia ini bermacam-macam, tetapi semua agama tersebut pasti memiliki ajaran yang mengajak ke arah yang kebenaran dan juga kebaikan.
  3. Sebagai umat Islam kita harus memiliki sikap yang rajin, bersunguh-sungguh, giat, beramal dan berlomba-lomba dalam mengerjakan suatu kebaikan atau amal shalih, karena kebaikan ini adalah bekal kita untuk di akhirat nanti.
  4. Allah adalah Tuhan Yang Maha Kuasa yang akan mengumpulkan kita semua di Yaumul Akhir nanti untuk mendapatkan balasan atas apa yang telah kita kerjakan selama hidup di dunia ini.
Kompetisi adalah aktivitas manusia untuk mencapai tujuan dengan cara mengalahkan orang lain atau kelompok.  Jadi kompetisi dalam kebaikan yaitu berbuatan manusia dengan tujuan mengalahkan orang lain dalam hal kebaikan / hal yang positif. kompetisi dalam kebaikan yang diperintahkan oleh Allah, Yaitu berlomba – lomba untuk akhirat, bukan untuk duniawi dan di lakukan dengan ikhlas bukan karena pujian orang lain
Allah menyuruh kita berkompetisi dalam kebaikan dengan alasannya Pertama, bahwa melakukan kebaikan tidak seharusnya ditunda-tunda, melainkan harus segera dikerjakan. Sebab kesempatan hidup sangat terbatas, begitu juga kesempatan berbuat baik belum tentu setiap saat kita dapatkan. Kedua, bahwa hendaknya saling memotivasi dan saling tolong-menolang untuk berbuat baik. Ketiga, bahwa kesigapan melakukan kebaikan haruslah didukung dengan kesungguhan.
Hikmah dari kompetisi dalam kebaikan yaitu :
·         Berkesempatan untuk menjadi hamba yang dimuliakan Allah swt
·         Berpeluang juga menjadi hamba yang paling terbaik
·         Berpeluang menjadi hamba yang paling bermanfaat
·         Berpeluang untuk menjadi orang yang paling dicintai Allah
Dalam kompetisi pasti akan muncul rasa iri, tapi Allah memperbolehkan 2 rasa iri terhadap dua perkara, yaitu
·         iri kepada seseorang yang diberi Allah berupa harta lalu dibelanjakanannya pada sasaran yang benar, dan
·         iri kepada seseorang yang diberi Allah berupa ilmu dan kebijaksanaan lalu ia menunaikannya dan mengajarkannya.
Allah memperbolehkan makhluknya merasa iri terhadap dua perkara tersebut karena hakekatnya memberi motivasi dan drive (dorongan) yang positif untuk berlomba dalam kebaikan
Kerja keras
Isi Kandungan :
1.       Setiap umat Islam diperintahkan untuk bekerja keras, sehingga menjadi umat yang mampu (kuat ekonominya).
2.       Umat Islam yang mampu (kuat ekonominya) lebih unggul dibandingkan dengan umat Islam yang kurang mampu.
3.       Umat Islam yang mampu dan beriman, dapat menyelamatkan dirinya sendiri dan umat Islam lain yang masih lemah dari ancaman kekafiran.
4.       Allah swt. Akan menampakan dan memberi balasan dari setiap amal perbuatam manusia kelak di akhirat.
Kerja keras adalah berusaha atau berjuang dengan keras atau bersungguh - sungguh dalam mengerjakan sesuatu untuk mencapai suatu tujuan. Dalam islam kerja keras adalah bekerja atau bersungguh - sungguh untuk mencapai tujuan atau prestasi kemudian disertai dengan doa dan berserah diri kepada Allah SWT




Hikmah dari kerja keras
·         Mengembangkan kemampuan diri, baik bakat, minat ataupun hal lain.
·         Membentuk diri yang bertanggung jawab dan disiplin.
·         Mengangkat derajat dan martabat.
·         Meningkatkan taraf hidup.
·         Mendapat pahala dari Allah SWT.
Contoh perilaku yang mencerminkan kerja keras
·         Bersungguh-sungguh dalam mengerjakan sesuatu agar meraih hasil yang maksimal.
·         Menjalankan sebaik-baiknya tugas yang menjadi tanggung jawabnya.
·         Mengerjakan suatu tugas selalu tepat waktu.
Allah menyuruh kita untuk kerja keras karena setiap Muslim sesungguhnya dituntut untuk bekerja keras dalam segala usaha untuk  memenuhi kebutuhan hidupnya, mencari rejeki, menambah pengalaman dan ilmu pengetahuan agar dapat rnencapai kemuliaan hidup baik di dunia maupun di akhirat kelak. kerja keras merupakan ibadah,  tapi kerja keras yang termasuk ibadah yaitu
·         Orang yang bersusah payah mencari rejeki yang halal
·         bekerja keras mencari nafkah untuk keluarganya
·         bersungguh – sungguh mencari ilmu agama allah dan mengamalkannya serta mengajarkannya.
·         Dan hal yang lain yang bersifat positif  dan yang diridhohi oleh Allah SWT.
Read More ->>
© fb.me/ihastechnology. Diberdayakan oleh Blogger.