السلام عليكم ورحمة
الله وبركاته
بسم الله الرحمن
الرحيم. الحمد لله رب العالمين . والصلاة والسلام على اسرفى الانبياء والمرسلين .
وعلى اله واصحابه ومن تبع الايوم الدين لاحول ولاقوة الاباالله العلى العظيم .
امابعد
Hadrotal mukarom,
para alim para ulama, wa bil khusus beliau al mukarom Bapak
................................................. yang selalu kami
nanti-nantikan fatwa dan doanya. Yang terhormat, bapak shohihul hajjah Bapak
....................... yang saya mulyakan. Dan yang saya hormati Bapak Taufik Hidayat
selaku wali dari kelas XI TKJ 1, dan tidak ketinggalan pula teman-teman senasib
seperjuangan yang saya cintai dan yang mencintai saya.
Yang pertama dan yang paling utama marilah kita
bersama-sama memanjatkan puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT, yang telah
memberikan taufik dan hidayahnya sehingga kita dapat berkumpul pada kesempatan
pagi ini, tanpa menemui halangan suatu apapun, Amin Allahumma Amin.
Sholawat beserta salamnya Allah semoga tetap
tercurahkan kepada beliau Nabi Agung Muhammad SAW, salah satu Nabi yang sanggup
memberikan syafaatnya kepada umat-umatnya besok dihari kiamat, dan semoga kita
tergolong umatnya yang akan mendapatkan syafaatnya besok di hari kiamat, Amin
Allahumma Amin.
Hadirin wal hadirot yang saya muliakan
Di dalam islam Sholat disebut tiang agama ,
sebagaimana akan menjadi penerang kubur kita. Shalat merupakan salah satu
kewajiban bagi kaum muslimin yang sudah memenuhi syarat dan harus dikerjakan
baik bagi mukimin maupun dalam perjalanan. Shalat merupakan rukun Islam kedua
setelah syahadat. Islam didirikan atas lima tiang yang salah satunya adalah
shalat, sehingga barang siapa mendirikan shalat ,maka ia mendirikan agama, dan
barang siapa meninggalkan shalat,maka ia meruntuhkan agama. Shalat harus didirikan dalam satu hari satu
malam sebanyak lima waktu, berjumlah 17 rakaat. Shalat tersebut merupakan wajib
yang harus dilaksanakan tanpa kecuali bagi seorang muslim, baik sedang sehat
maupun sakit.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
"Dan tidaklah mereka diperintah kecuali agar mereka hanya beribadah kepada Allah , mengikhlaskan keta'atan pada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan hanif (lurus), agar mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat, demikian itulah agama yang lurus". (Surat Al-Bayyinah: 5).
Sholat
juga merupakan tanda syukur kita terhadap nikmat yang telah Allah berikan
kepada kita. Nabi pernah ditanya Oleh istrinya, Wahai Rasulullah kenapa baginda
banyak sholat di malam hari, bukankah baginda sudah diampuni dosa-dosa baginda
yang telah lalu dan yang akan datang (maksum)
? Pertanyaan Istri Rasulullah hanya dijawab dengan jawaban sederhana nan penuh
keikhlasan : Sudahkah diri saya ini termasuk hamba yang bersyukur.!
Rasul
yang ibadahnya luar biasa seperti itu masih mengatakan demikian, karena
hakekatnya nikmat yang Allah telah karuniakan, sampai akhir hayat manusia
tidak akan cukup untuk mensyukurinya, dan tidak akan pernah terhitung
jumlahnya. Jika kita menengok diri kita, kita harus insaf bahwa kita termasuk
orang-orang yang sering lalai untuk senantiasa bersyukur, karena kita belum
dapat mengikuti cara bagaimana rasulullah bersyukur. Karena kelemahan dan
kelalaian seorang hamba, Allah senantiasa mengingatkannya dalam Al-Qur'an dengan
berulangkali "Maka nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan".
Ingatlah,
sabar dalam kebaikan adalah Penolong, Sabar menjalankan ketaatan adalah
penolong, sholat yang khusu' dan ikhlas adalah Penolong, Penolong diri untuk
selamat di kehidupan dunia dan akhirat. Allah SWT berfirman: "dan mohonlah
pertolongan (kepada Allah) degan berbuat sabar dan melakukan sholat, dan
sesungguhnya (sholat) sungguh berat kecuali bagi orang-orang yang khusu'
(hatinya tunduk pada Allah)".
Hadirin Wal Hadirot Rokhimakumullah
Marilah kita belajar perbaiki
shalat kita. Dari yang jarang sholat, mulailah belajar untuk selalu sholat.
Dari yang sholatnya selalu telat, mulailah belajar untuk sholat lebih awal.
dari yang sholatnya untuk seseorang , mulailah belajar sholat hanya untuk Allah
semata. Agar kita tidak merugi dikemudian hari. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Yang pertama kali
ditanyakan kepada seorang hamba pada hari kiamat adalah perhatian kepada
shalatnya. Jika shalatnya baik, dia akan beruntung (dalam sebuah riwayat
disebutkan: dia akan berhasil). Dan jika shalatnya rusak, dia akan gagal dan
merugi.” (HR Ath Thabrani, shahih).
Allah Subhanahu wa Ta’ala mewajibkan ibadah shalat tidak seperti ibadah-ibadah lain, seperti puasa, zakat, haji dan
sebagainya yang
diwajibkan kepada umat Islam melalui perantaraan Jibril ‘Alaihis Salam. khusus
untuk ibadah shalat, Allah sendiri yang memerintahkan ibadah sholat dengan mengangkat Nabi Muhammad Shallallahu
‘Alaihi wa Sallam ke langit ke tujuh dalam peristiwa Isra’ Mi’raj, di Sidratul
Muntaha.
Hadirin wal hadirot yang saya muliakan
Hanya itulah yang dapat
saya sampaikan, saya mohon maaf apabila dari awal sampai akhir ada banyak kesalahan, karena itu
semata – mata dari kebodohan
saya sendiri. Dan apabila ada
benarnya itu semata – mata hidayah dari Allah SWT. Saya
akkhiri
اِهْدِنَاالصِّرَاطَ
الْمُسْتَفِيْمِ
وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ
وَبَرَكَاتُهُ