Januari 13, 2015

Rangkuman Pemrograman Dasar kelas X

ALGORITMA
Konsep algoritma:
1.      Tektik penyusunan langkah-langkah dalam bentuk kalimat dengan jumlah kata terbatas, tetapi tersusun secaral logis dan sistematis
2.      Suatu prosedur yang jelas untuk menyelesaikan suatu persoalan dengan menggunakan langkah-langkah tertentu dan terbatas
Ciri algoritma:
-          Algoritma mempunyai awal dan akhir
-          Setiap langkah harus didenifisikan dengan tepat sehingga tidak memiliki arti ganda
-          Memiliki masukan (input) / kondisi awal
-          Memiliki keluaran (output) / kondisi akhir
-          Algoritma harus efektif: bila diikuti dengan benar akan menyelesaikan permasalahan
Sifat algoritma:
-          Input: Suatu algoritma memiliki kondisi awal / masukan
-          Outpot: Suatu algoritma memiliki kondisi akhir / keluaran
-          Definiteness: langkah-langkah yang tertulis dalam algoritma harus didefinisikan dengan jelas sehingga mudah digunakan uleh pengguna
-          Finiteness: Suatu algoritma harus memberikan kondisi akhir / output setelah melakukan proses algoritma
-          Effectiveness: setiap langkah bisa dilaksanakan dalam waktu tertentu sehingga pada akirnya memberi solusi sesuai yang diharapkan
-          Generality: Langkah-langkah algoritma berlaku untuk semua himpunan
Progam:
Perwujudan dan implementasi algoritma yang ditulis dalam bahasa pemrograman tertentu
Dasar-dasar algoritma
§  Proses, intruksi, aksi
§  Algoritma merupakan deskripsi urutan pelaksanaan suatu proses
§  Algoritma tersusun oleh deretan langkah intruksi yang logis
§  Tiap langkah intruksi akan mengerjakan suatu tindakan(aksi)
§  Bila aksi dilaksanakan, maka sejumlah operasi yang bersesuaian akan dikerjakan oleh cpu
Ekspresi algoritma
a.      Bahasa ilmiah
b.      Flowcart
c.       Pseudicode
Bahasa ilmiah:
1.      Masukan panjang persegi panjang
2.      Masukan lebar persegi panjang
3.      Kalikan lebar dan panjang untuk mencari luas
4.      Cetak luasnya
Pseudokode:
1.      Read (panjang, lebar)
2.      Luas:=panjang*lebar
3.      Write(luas)
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam algoritma:
1.      Teks algoritma berisi dekskripsi langkah-langkah penyelesaian masalah
2.      Tidak ada notasi yang baku dalam penulisan teks algoritma
3.      Setiap orang dapat membuat aturan penulisan (notasi algoritmik milik sendiri)
4.      Notasi algoritma bukan notasi bahasa pemrograman
5.      Algoritma digunakan untuk membantu dalam mengkorversikan suatu permasalahan ke dalam bahasa pemrograman
6.      Algoritma merupakan hasil pemikiran konseptual
Ciri-ciri penulisan algoritma ( variabel )
1.      (a,1,1a)
2.      (a’,b’4)
3.      (1,2,3)
4.      (1=a,a=2)
5.      (a,b,c)
Struktur dasar algoritma
1.      Peruntunan, tiap intruksi dikerjakan sesuai urutan penulisannya


 


2.     
t
 
Parallelogram: Baca nm$, nim$, jk$Diamond: Jk=”w”Oval: StartSeleksi/pemilihan, intruksi dikerjakan jika kondisi tertentu terpenuhi
 


Contoh percabangan:
A.      IF, digunakan untuk pengambilan keputusan berdasarkan perbandingan nilai dengan operator ( < ≤ = ≥ > )
a.      IF-Then yaitu aksi akan dilaksanakan  jika kondisi bernilai benar
b.      IF-Then Else yaitu memberiakan dua buah aksi yang dikerjakan tergantung pada nilai kondisi nya
c.       IF-Then Else-IF yaitu pemilhan bersarang
B.      Swicth, digunakan untuk pengembalian keputusan bertdasarkan perbandingan nilai (=)
3.     
t
 
Pengulangan, struktur yang pelaksanaan iinstruksinya secara berulang sepanjang kondisi tertentu yang masih menghendaki.


 




Contoh percabangan:
a.      For, digunakan jika  sudah diketahui berapa jumlah pengulangan
b.      Repeat – Until, akan melakukan aksi hingga kondisi berhenti memenuhi
c.       While – do, digunakan untuk pengulangan yang belum diketahui berapa jumlah pengulangannya.


DATA

1.       Tipe data         : setiap data memiliki tipe data
2.       Variabel           : nama yang mewakili suatu elemen
3.       Nilai                 : setiap data memiliki harga atau nilai
Contoh: umur seseorang 20 tahun.
Tipe data: bilangan
Vareiabel: Umur
Nilai: 20 tahun
Tipe dasar

1. Bilangan bulat (integer)

a. Bilangan atau angka yang tidak memiliki titik desimal atau pecahan, seperti 10, +225, -2344.
b. Tipe dituliskan sebagai integer atau int.
c. Jangkauan nilai bergantung pada implementasi perangkat keras komputer, misalnya dari -32455 sampai dengan +23456; untuk algoritma tidak kita batasi.
d. Operasi aritmatika : tambah (+), kurang (-), kali (*), bagi (/), sisa hasil bagi (%)
e. Operasi pembandingan : lebih kecil (<), lebih kecil atau sama dengan (<=), lebih besar (>), lebih besar atau sama dengan (>=), sama (=), tidak sama (><).

2. Bilangan Biasa (real)

a. Bilangan atau angka yang memiliki titik desimal atau pecahan, dan ditulis sebagai : 235.34, +345.986, -234.533 atau dalam notasi ilmiah seperti : 1.234E+03, 7.34E-06, +23.34E-34, -3.43E+34.
b. Tipe dituliskan sebagai : real.
c. Jangkauan nilai : bergantung pada implementasi perangkat keras komputer, misal dari -2.34E_34 sampai dengan +23.344E+23, untuk algoritma tidak bisa dibatasi.
d. Operasi aritmatik dan pembandingan juga berlaku bagi bilangan biasa.

3. Bilangan Tetap (const)

a. Bilangan tetap (const) adalah tipe bilangan, baik bernilai bulat maupun tidak, yang nilainya tidak berubah selama algoritma dilaksanakan.
b. Tipe dituliskan sebagai const.
c. Jangkauan nilai meliputi semua bilangan yang mungkin.

4. Karakter (character atau char)

a. karakter adalah data tunggal yang mewakili semua huruf, simbol baca, dan juga simbol angka yang tidak dapat dioperasikan secara matematis, misalnya : 'A', 'B',..'Z','a', 'b',..'z', '?', '!'.
b. Tipe dituliskan sebagai char.
c. Jangkauan nilai meliputi semua karakter dalam kode ASCII, atau yang tertera pada setiap tombol keyboard.
d. Operasi pembandingan dapat dilakukan dan dievaluasi menurut urutan kode ASCII, sehingg huruf 'A' (Hex 41) sebenarnya lebih kecil dari huruf 'a' (Hex 61).

5. Logik (logic)

a. Tipe data logik adalah tipe data yang digunakan untuk memberi nilai pada hasil pembandingan, atau kombinasi pembandingan.
b. Tipe dituliskan sebagai boolean.
c. Jangkauan nilai ada dua : true dan false.
d. Contoh : 45 > 56 hasilnya false, Amir < Husni hasilnya true.
e. Ada beberapa operasi untuk data jenis logik antara lain and, or, dan not.

Tipe bentukan

1. Array (larik)

a. Array adalah tipe data bentukan, yang merupakan wadah untuk menampung beberapa nilai data yang sejenis. Kumpulan bilangan bulat adalah array integer, kumpulan bilangan tidak bulat adalah array real.
b. Cara mendefinisikan ada dua macam, yaitu :
i. Nilai_ujian : array[1..10] of integer;, atau
ii. int nilai_ujian[10];
c. Kedua definisi diatas menunjukkan bahwa nilai_ujian adalah kumpulan dari 10 nilai bertipe bilangan bulat.

2. String

a. string adalah tipe data bentukan yang merupakan deretan karakter yang membentuk satu kata atau satu kalimat, yang biasanya diapit oleh dua tanda kutip.
b. Sebagai contoh : nama, alamat, dan judul adalah tipe string.
c. Cara mendefinisikannya adalah :
i. String Nama, Alamat; atau
ii. Nama, Alamat : String;

3. Record (rekaman)

a. Record adalah tipe data bentukan yang merupakan wadah untuk menampung elemen data yang tipenya tidak perlu sama dengan mewakili objek.
b. Sebagai contoh , mahasiswa sebagai satu jenis objek memiliki beberapa elemen data seperti : nomor_stb, nama, umur, t4lahir, jenkel.
c. Cara mendefinisikan record mahasiswa tersebut adalah sebagai berikut :

Type DataMhs : record
< nomor_stb : integer,
nama_mhs : string,
umur : integer,
t4lahir : string,
jenkel : char,
>

Variabel

Variabel adalah nama yang mewakili suatu elemen data seperti : jenkel untuk jenis kelamin, t4lahir untuk tempat lahir, alamat untuk alamat, dan sebagainya. Ada aturan tertentu yang wajib diikuti dalam pemberian nama variabel, antara lain :

1. Harus dimulai dengan abjad, tidak boleh dengan angka atau simbol.
2. Tidak boleh ada spasi diantaranya.
3. Jangan menggunakan simbol-simbol yang bisa membingungkan seperti titik dua, titik koma, koma, dan sebagainya.
4. Sebaiknya memiliki arti yang sesuai dengan elemen data.
5. Sebaiknya tidak terlalu panjang.

Contoh variabel yang benar : Nama, Alamat, Nilai_Ujian
Contoh variabel yang salah : 4XYZ, IP rata, VAR:+xy, 458;

Pemberian Nilai

Ada dua cara yang dapat digunakan untuk memberi nilai pada suatu variabel, yaitu melalui proses assigment dan pembacaan.

Pemberian nilai dengan cara assigment mempunyai bentuk umum sebagai berikut :
a. variabel <-- nilai;
b. variabel <-- variabel2;
c. variabel <-- ekspresi;
Contoh Assigment:
a. Nama <-- "Ali bin Abu Thalib";
b. Jarak <-- 100.57;
c. X <-- jarak;
d. Rentang <-- X + 50 - 3 * Y;

Pemberian nilai dengan cara pembacaan dapat dilakukan melalui instruksi pembacaan denga bentuk umum sebagai berikut :
a. read(variabel); atau
b. read(variabel1, variabel2,...);
Contoh pembacaan data:
a. read(Nama);
b. read(jarak, Rentang, X);

Menampilkan Nilai

Agar hasil pelaksanaan dapat dikomunikasikan atau ditayangkan maka nilai variabel yang telah diproses dalam algoritma dapat ditampilkan. Intruksi untuk menampilkan nilai variabel adalah : write(variabel, ...);

Contoh penampilan nilai adalah sebagai berikut :
a. write("nama anda :", nama);
b. write("nilai ujian :", nilai);
c. write("jumlah variabel :", X+Y+Z);

Ekspresi (Expression)

Ekspresi adalah transformasi data dan peubah dalam bentuk persamaan yang direlasikan oleh operator dan operand. Operand adalah data, tetapan, peubah, atau hasil dari suatu fungsi, sedangkan operator adalah simbol - simbol yang memiliki fungsi untuk menghubungkan operand sehingga terjadi transformasi. Jenis-jenis operator adalah sebagai berikut :

a. Operator aritmatika : operator untuk melakukan fungsi aritmatika seperti : +, -, *, /

b. Operator relational : operator untuk menyatakn relasi atau perbandingan antara dua operand, seperti : >, <, >=, <=, ==, !=, <>, ><.

c. Operator logik : Operator untuk merelasikan operand secara logis, seperti && (and), || (or), ! (not).

d. Operand string : Operator untuk memanipulasi string seperti + (concatenation), len (panjang string), dan substr (substring, mencuplik).
 


Operasi string
Nama operasi
Bentuk operasi
Fungsi
Pemenggalan (substring)
Subtring(string,posisi,banyak)
RIGHT(string,posisi,banyak)
LEFT(string,posisi,banyak)
Mengambil bagian dari suatu string
Penggabungan(contatenation)
String//string//.....
CONCATE(“sring”,”string”)
String+string+....
Menggabungkan dua atau lebih string
Pencaharian posisi
INDEX(string,substring)
AT atau POS
Mendapatkan posisi awal suatu substring pada string
Menghitung panjang string
LENGHT(string)
LEN atau SIZE
Menghitung banyaknya karakter suatu string
UPPER
UPPER(string)

LOWER
LOWER(string)

LTRIM & RTRIM
LTRIM atau RTRIM (substring(string,posisi,banyak)
Menghapus data kosong suatu string
VAL
VAL(srting)*/+/-VAL(string)
Operasi matematika
ASC
ASC(String)
Mengkonversi variabel menjadi numerik
CHR
CHR(string)
Mengkonversi numerik menjadi variabel
STR
STR(string)
Mengalikan nilai data numerik menjadi string
INSERT
INSERT(string,posisi,substring)
Memesukan substring kedalam string
DELETE
DELETE(string,posisi,banyak)
Menghapus suatu string

1 komentar:

  1. Algoritma digunakan untuk membantu dalam mengkorversikan suatu permasalahan ke dalam bahasa pemrograman Algoritma merupakan hasil pemikiran konseptua.
    Jangan lupa kunjungi website dan blog kami di
    http://www.atmaluhur.ac.id
    1722300001myblog.blogspot.com

    BalasHapus

© fb.me/ihastechnology. Diberdayakan oleh Blogger.