Kalingga(Kaling) atau Ho-ling
adalah sebuah kerajaan bercorak Hindu yang muncul
di Jawa Tengah sekitar abad
ke-6 masehi. Sumber sejarah kerajaan ini masih belum jelas dan kabur,
kebanyakan diperoleh dari sumber catatan China, tradisi kisah setempat, dan
naskah Carita Parahyangan.
|
||||||||||||||||||||||||||||
Letak pusat kerajaan ini belumlah jelas, kemungkinan
berada di suatu tempat antara Kabupaten Pekalongan dan Kabupaten Jepara.
Menurut Berita Cina yang berasal dari Dinasti T`ang menyebutkan bahwa letak kerajaan kalingga
berbatasan dengan laut sebelah selatan,Kamboja di sebelah utara,Bali disebelah
timur, dan To-Po-Teng di sebelah barat.Nama lain Kalingga ialah Cho-Po
(Jawa),Sehingga dari berita tersebut disimpulkan bahwa letak kerajaan Kalingga
ialah di Jawa, khususnya Jawa Tengah
Menurut J.L. Moens, Dalam menentukan letak kerjaan kalingga / holing, J.L. Moens meninjau
dari segi perekonomian, yaitu pelayaran dan perdagangan.Menurutnya Kerajaan
Kalingga selayaknya terletak di tepi selat Malaka,yaitu Semenanjung Malaka.
Alasannya, selat malaka merupakan selat yang sangat ramai dalam aktivitas
pelayaran perdagangan. Pendapat J.L. Moens ini di perkuat dengan di
pertemukannya sebuah daerah di Semenanjung Malaya yang bernama Keling.
Aspek kehidupan pemerintahan kerajaan
holing (kaingga)
1.Bidang Politik
Dalam berita Cina disebut adanya raja
atau Ratu Sima, yang memerintah pada tahun 674 M. Beliau terkenal sebagai raja
yang tegas, jujur dan bijaksana. Hukum dilaksanakan dengan tegas, hal ini
terbukti pada saat raja Tache ingin menguji kejujuran rakyat Kaling.
Diletakkanlah suatu pundi-pundi yang berisi uang dinar di suatu jalan. Sampai
tiga tahun lamanya tidak ada yang berani mengambil. Ratu Shima juga dikenal
memiliki peraturan barang siapa yang mencuri, akan dipotong tangannya.
2.Bidang Ekonomi
Kehidupan perekonomian masyarakat kerajaan kalingga / holing berkembang
pesat. Masyarakat kerajaan kalingga telah mengenal hubungan perdagangan. rakyat
Holing juga memperhatikan
pendidikan. Hal itu terbukti dengan adanya rakyat Holing telah mengenal tulisan
dan ilmu perbintangan.
3. Kehidupan Budaya
Mayoritas masyarakatnya memeluk
agama hindu begitu juga dengan kebudayaanya banyak di pengaruhi oleh budaya
india. Selain agamanya hindu kebudayaanya yang lekat dan kental banyak
tercampur dan terpengaruh dengan adat dan kebudyaan orang india, hal ini juga
berpengaruh pada ratu sima . ratu sima juga menerima dengan baik kebudayaan
india masuk di kerajaan holing
4.Kehidupan Sosial
Karena ratu sima yang sangat keras ia
langsung sekaligus membangun lembaga masyarakat yang sudah jelas fungsi dan
tugasnya. ratu sima mendirikan lembaga masyarakat ini untuk membantu dirinnya
dalam mengatasi rakyatnya. selain Lembaga yang sudah terbentuk ratu sima yang
sudah memberlakukan sistem perundang-undangan. beliau telah membuat dan menysun
perundang-undang yang sempurnadengn di bantu lembaga masyarakat hadirnya sistem
perundang-undangnya tersebut berjalan dengan baik.
5.Bidang Agama
Kerajaan kalingga merupakan kerajaan yang sangat terpengaruh oleh ajaran
hindu. Oleh karena itu, Holing menjadi pusat pendidikan
agama hindu.
Keadaan sosial dan ekonomi kerajaan
Kaling
Mata pencaharian penduduknya sebagian
besar bertani, karena wilayah Kaling dikatakan subur untuk pertanian.
Perekonomian, sudah banyak penduduk yang melakukan perdagangan apalagi disebutkan
ada hubungan dengan Cina. Menurut berita Cina yang menyebutkan bahwa kotanya
dikelilingi dengan pagar kayu, rajanya beristana di rumah yang bertingkat yang
ditutup dengan atap.
Masa
Kejayaan
Masa kejayaan kerajaan kalingga
berlangsung Pada tahun 674 Masehi,saat itu kerajaan kalingga/holing diperintah
oleh seorang raja putri yang bernama Ratu Sima. Ratu sima merupakan raja yang terkenal di pemerintahan kerajaan holing.
Dibawah kekuasaan Ratu sima ini, kerajaan kalingga/holing mengalami masa kejayaan.
Pada saat itu, semua rakyat hidup dengan tenteram dan makmur. Mereka tunduk dan
patuh terhadap segala perintah ratu sima bahkan tidak ada seorang pun rakyat
atau pejabat kerajaan yang berani melanggarnya.
HUBUNGAN KERAJAAN HOLING DENGAN NEGERI
LUAR
Pada masa Chen-kuang, raja holing
bersama raja To-ho-lo To-p’o-teng menyerahkan upeti ke Cina. Upeti tersebut
disambut baik oleh kaisar Chen-kuang. Oleh karena itu, kaisar cina mengirimkan
balasan yang dibubuhi cap kerajaan kepada mereka. Selain itu, kaisar cina juga
memberikan kuda-kuda terbaik kepada raja
To-Ho-Lo
Pada tahun 813 Masehi, raja holing
mengirim upeti lagi ke cina. Utusan tersebut mempersembahkan empat budak sheng-chih,
burung kakatua, dan burung p’in- chiat serta benda-benda lainnya. Kaisar amat
berkenan hatinya.
Runtuhnya kerajaan holing (KALINGGA)
Sebenarnya kerajaan ini tidaklah
hancur/runtuh tetapi Setelah Maharani Shima meninggal di tahun 732 M, Sanjaya
menggantikan buyutnya dan menjadi raja Kerajaan Kalingga Utara yang kemudian
disebut Bumi Mataram. Pada tahun 752, Kerajaan Ho-ling menjadi wilayah taklukan
Sriwijaya dikarenakan kerajaan ini menjadi bagian jaringan perdagangan Hindu.
Peninggalan kerajaan holing (kalinnga)
1.Prasasti Tukmas
2.Prasasti Sojomerto
3.Candi Angin
4.Candi Bubrah, Jepara

0 komentar:
Posting Komentar