Januari 13, 2015

Kerajaan Kalingga



Kalingga(Kaling) atau Ho-ling adalah sebuah kerajaan bercorak Hindu yang muncul di Jawa Tengah sekitar abad ke-6 masehi. Sumber sejarah kerajaan ini masih belum jelas dan kabur, kebanyakan diperoleh dari sumber catatan China, tradisi kisah setempat, dan naskah Carita Parahyangan.
Ibu kota
Tidak jelas, diduga antara Pekalongan atau Keling Jepara
Bahasa
Agama
Pemerintahan
Raja atau Ratu


Sekitar tahun 674
Sejarah


Didirikan
Abad ke-6

Dibubarkan
Abad ke-7

 
Letak Geografis
Description: http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/c/c5/Kalingga_Kingdom_id.svg/250px-Kalingga_Kingdom_id.svg.png
Letak pusat kerajaan ini belumlah jelas, kemungkinan berada di suatu tempat antara Kabupaten Pekalongan dan Kabupaten Jepara.
Menurut Berita Cina yang berasal dari Dinasti T`ang menyebutkan bahwa letak kerajaan kalingga berbatasan dengan laut sebelah selatan,Kamboja di sebelah utara,Bali disebelah timur, dan To-Po-Teng di sebelah barat.Nama lain Kalingga ialah Cho-Po (Jawa),Sehingga dari berita tersebut disimpulkan bahwa letak kerajaan Kalingga ialah di Jawa, khususnya Jawa Tengah
Menurut J.L. Moens, Dalam menentukan letak kerjaan kalingga / holing, J.L. Moens meninjau dari segi perekonomian, yaitu pelayaran dan perdagangan.Menurutnya Kerajaan Kalingga selayaknya terletak di tepi selat Malaka,yaitu Semenanjung Malaka. Alasannya, selat malaka merupakan selat yang sangat ramai dalam aktivitas pelayaran perdagangan. Pendapat J.L. Moens ini di perkuat dengan di pertemukannya sebuah daerah di Semenanjung Malaya yang bernama Keling.

Aspek kehidupan pemerintahan kerajaan holing (kaingga)
1.Bidang Politik
Dalam berita Cina disebut adanya raja atau Ratu Sima, yang memerintah pada tahun 674 M. Beliau terkenal sebagai raja yang tegas, jujur dan bijaksana. Hukum dilaksanakan dengan tegas, hal ini terbukti pada saat raja Tache ingin menguji kejujuran rakyat Kaling. Diletakkanlah suatu pundi-pundi yang berisi uang dinar di suatu jalan. Sampai tiga tahun lamanya tidak ada yang berani mengambil. Ratu Shima juga dikenal memiliki peraturan barang siapa yang mencuri, akan dipotong tangannya.
2.Bidang Ekonomi
Kehidupan perekonomian masyarakat kerajaan kalingga / holing berkembang pesat. Masyarakat kerajaan kalingga telah mengenal hubungan perdagangan. rakyat Holing juga memperhatikan pendidikan. Hal itu terbukti dengan adanya rakyat Holing telah mengenal tulisan dan ilmu perbintangan.
3. Kehidupan Budaya
 Mayoritas masyarakatnya memeluk agama hindu begitu juga dengan kebudayaanya banyak di pengaruhi oleh budaya india. Selain agamanya hindu kebudayaanya yang lekat dan kental banyak tercampur dan terpengaruh dengan adat dan kebudyaan orang india, hal ini juga berpengaruh pada ratu sima . ratu sima juga menerima dengan baik kebudayaan india masuk di kerajaan holing
4.Kehidupan Sosial
Karena ratu sima yang sangat keras ia langsung sekaligus membangun lembaga masyarakat yang sudah jelas fungsi dan tugasnya. ratu sima mendirikan lembaga masyarakat ini untuk membantu dirinnya dalam mengatasi rakyatnya. selain Lembaga yang sudah terbentuk ratu sima yang sudah memberlakukan sistem perundang-undangan. beliau telah membuat dan menysun perundang-undang yang sempurnadengn di bantu lembaga masyarakat hadirnya sistem perundang-undangnya tersebut berjalan dengan baik.
5.Bidang Agama
Kerajaan kalingga merupakan kerajaan yang sangat terpengaruh oleh ajaran hindu. Oleh karena itu, Holing menjadi pusat pendidikan agama hindu.
Keadaan sosial dan ekonomi kerajaan Kaling
Mata pencaharian penduduknya sebagian besar bertani, karena wilayah Kaling dikatakan subur untuk pertanian. Perekonomian, sudah banyak penduduk yang melakukan perdagangan apalagi disebutkan ada hubungan dengan Cina. Menurut berita Cina yang menyebutkan bahwa kotanya dikelilingi dengan pagar kayu, rajanya beristana di rumah yang bertingkat yang ditutup dengan atap.
Masa Kejayaan
Masa kejayaan kerajaan kalingga berlangsung Pada tahun 674 Masehi,saat itu kerajaan kalingga/holing diperintah oleh seorang raja putri yang bernama Ratu Sima. Ratu sima merupakan raja yang terkenal di pemerintahan kerajaan holing. Dibawah kekuasaan Ratu sima ini, kerajaan kalingga/holing mengalami masa kejayaan. Pada saat itu, semua rakyat hidup dengan tenteram dan makmur. Mereka tunduk dan patuh terhadap segala perintah ratu sima bahkan tidak ada seorang pun rakyat atau pejabat kerajaan yang berani melanggarnya.
HUBUNGAN KERAJAAN HOLING DENGAN NEGERI LUAR 
Pada masa Chen-kuang, raja holing bersama raja To-ho-lo To-p’o-teng menyerahkan upeti ke Cina. Upeti tersebut disambut baik oleh kaisar Chen-kuang. Oleh karena itu, kaisar cina mengirimkan balasan yang dibubuhi cap kerajaan kepada mereka. Selain itu, kaisar cina juga memberikan kuda-kuda terbaik kepada raja To-Ho-Lo                                                                                 
Pada tahun 813 Masehi, raja holing mengirim upeti lagi ke cina. Utusan tersebut mempersembahkan empat budak sheng-chih, burung kakatua, dan burung p’in- chiat serta benda-benda lainnya. Kaisar amat berkenan hatinya.
Runtuhnya kerajaan holing (KALINGGA)
Sebenarnya kerajaan ini tidaklah hancur/runtuh tetapi Setelah Maharani Shima meninggal di tahun 732 M, Sanjaya menggantikan buyutnya dan menjadi raja Kerajaan Kalingga Utara yang kemudian disebut Bumi Mataram. Pada tahun 752, Kerajaan Ho-ling menjadi wilayah taklukan Sriwijaya dikarenakan kerajaan ini menjadi bagian jaringan perdagangan Hindu.
Peninggalan kerajaan holing (kalinnga)
1.Prasasti Tukmas
2.Prasasti Sojomerto
3.Candi Angin
4.Candi Bubrah, Jepara

0 komentar:

Posting Komentar

© fb.me/ihastechnology. Diberdayakan oleh Blogger.